Bayung Lincir zonareformasi.com com.
Ratusan Warga Desa Muara Bahar Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel sejak beberapa bulan ini resah,kerena aliran Sungai yang selama ini menjadi tempat pemandian,mencuci dan bahkan untuk air minum kini tidak dapat lagi dimanfaatkan kerena diduga telah dicemari oleh limbah dari pabrik kelapa Sawit(PKS)PT.Menara Sentra Rejeki (MSR), belakangan air sungai ini terlihat hitam dan berbau menyengat.
Dari pemantauan Media ini ratusan warga apa lagi yang mendiami RT 17 dan RT 08 mengeluhkan kondisi air sungai yang diduga tercemar akibat limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS)di wilayah Desa Muara Bahar, Lanjut warga sampai saat ini belum ada niat baik dari Perusahaan untuk mengatasi bagaimana caranya agar limbah dari pabrik tidak mencermari sungai,kerena sebelum pabrik ini ada sungai ini airnya jernih,kini mana airnya hitam dan bau lagi ungkap Warga dengan nada kesal.
Yang menjadi lebih kesal lagi Warga telah berulang ulang kali menegur pihak Perusahaan tapi tidak ada juga tanggapan,anehnya Pihak Pemerintah Desa seolah olah tidak peduli dengan kondisi sungai yang tercemar oleh limbah Pabrik itu,dimana sangat berdampak bagi warga yang selama ini menggantungkan diri dengan sungai dan lebih parah lagi apa bila mandi disungai itu banyak warga yang merasakan gatal gatal.
Berdasarkan hasil tim Media ini dari peninjauan dilapangan, Sabtu 02/09/2023
Kondisi sungai Bulu yang pencemarai lingkungan sungai di Desa Muara Bahar seharusnya pihak Perusahaan harus bertanggung jawab karena ini menyangkut kehidupan masyarakat Desa setempat, dalam waktu singkat tim media ini akan menindak lanjuti hasil temuan ini ke Dinas terkait di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kades SenawarJaya menjelaskan kepada media antara Desa Muara Bahar dan Desa Senawar Jaya bertetangga,jadi aliran sungai yang mengalir di Desa Muara Bahar juga mengalir di Desa saya, jadi Warga Desa saya juga terkena dampak pencemaran limbah dari pabrik kelapa sawit itu saya perjuangkan sebatas kemampuan saya dengan Ramah berbincang bincang dengan media ini di kediamannya
Beda lagi dengan kepala desa muara bahar Indra yang seharusnya memperjuangkan warga malah Kurang respon dengan gaya preman desa dan sinis Saat tim investigasi media mau konfirmasi terkait keluhannya warganya terkena dampak limbah PT MSR di desanya dengan gagah kades Indra berkata lebih baik kamu pergi dari sini dengan mengumpulkan warganya menakuti tim media diduga kades muara bahar ikut serta di perusahaan dari raut wajahnya tidak senang didatangi wartawan diduga merasa sudah hebat jadi raja kecil
Sedangkan sampai berita ini dinaikan pihak Perusahaan PT. Menara Sentra Rejeki belum bisa dikonfirmasi dan tetap berusaha hubungi pihak PT agar mendapatkan informasi yang berimbang. (edi/tim)












