JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyoroti tajam lemahnya pengawasan terhadap akses situs judi online (judol) di Indonesia. Hal ini merespons data yang menunjukkan bahwa hampir 200.000 anak di tanah air telah terpapar praktik ilegal tersebut.
Marwan mempertanyakan bagaimana anak-anak di bawah umur dapat dengan mudah mengakses platform judol tanpa ada filtrasi yang ketat.
“Kita patut mempertanyakan mengapa anak-anak bisa sampai terpapar? Mengapa akses ke situs-situs tersebut begitu mudah dijangkau oleh mereka?” ujar Marwan saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).
Oleh karena itu, Marwan mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk tidak sekadar mempublikasikan data kuantitatif terkait anak yang terpapar, melainkan juga memaparkan langkah konkret pencegahan dan penindakan yang telah dilakukan.
“Kami meminta Komdigi tidak hanya merilis data, tetapi juga membuka secara transparan sikap serta langkah-langkah strategis yang diambil agar situs-situs tersebut tidak dapat lagi diakses oleh anak-anak,” tegas legislator dari Fraksi PKB tersebut.












