EdukasiPariwisata

Pesona Obyek Wisata Kramat Solear Tak Lekang Oleh Waktu Seiring Perkembangan Zaman

129
×

Pesona Obyek Wisata Kramat Solear Tak Lekang Oleh Waktu Seiring Perkembangan Zaman

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Tangerang – Sejak lama tak lekang oleh waktu Hutan Kramat Solear tetap eksis qmenjadi obyek primadona salah satu tujuan lokasi destinasi wisata alam dan religi yang berlokasi diujung perbatasan wilayah Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang Provinsi Banten, di Hari Raya Idul Fitri 1447 H 2026 Masehi tempat Wisata tersebut masih ramai di kunjungi oleh Para Pengunjung yang datang dari berbagai Wilayah baik dari Kabupaten Tangerang dan Wilayah Wilayah Lainya , Selasa 24 / 3 / 2026.

Pengunjung baik dari dalam daerah maupun luar daerah tetap antusias datang untuk ziarah ke makam Keramat Syech Mas Mas’ad dan melihat langsung ribuan hewan primata monyet berekor panjang yang dipercaya menjadi penjaga makam tersebut.

Kramat Solear itu sendiri berada diatas lahan seluas 4,5 hektar (infonya berstatus wakaf) yang dahulunya masuk wilayah Kecamatan Cisoka dan kini masuk wilayah Kecamatan Solear itu setiap hari ramai dikunjungi apalagi bila hari libur termasuk Hari Raya Lebaran.

Menurut informasi dari berbagai sumber ada mitos monyet di Kramat Solear, Tangerang, dipercaya sebagai penjelmaan santri atau pengikut Syekh Mas Masad yang dikutuk. Monyet-monyet liar ini dianggap keramat dan konon berperilaku mengikuti sifat peziarah: jika pengunjung berniat buruk, jail, atau mesum, kera akan menunjukkannya dengan perilaku serupa.

Berikut adalah poin-poin mitos dan fakta di kawasan Makam Keramat Solear:

Asal-Usul Mitos: Ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) di hutan seluas 4,5 hektar ini diyakini merupakan penjelmaan pengikut Syekh Mas Masa’ad, seorang panglima dan ulama penyebar Islam dari Kesultanan Banten.

Refleksi Perilaku: Diyakini kera-kera ini dapat mencerminkan sifat pengunjung yang datang. Jika peziarah memiliki pikiran kotor atau niat tidak baik (seperti suka kawin/mesum), konon kera akan menunjukkan tindakan kawin di hadapan peziarah tersebut.

Pantangan: Monyet di area keramat diyakini menolak makanan yang didapat dengan cara tidak halal.

Fakta Ilmiah: Secara ilmiah, monyet-monyet tersebut adalah monyet ekor panjang yang berkembang biak di kawasan hutan lindung Solear.

Keberadaan Makam: Tempat ini merupakan objek wisata religi yang sering dikunjungi untuk berziarah ke makam Syekh Mas Masa’ad.

Kawasan ini tetap dianggap sakral dan peziarah diharapkan menjaga sopan santun serta pikiran selama berada di lokasi tersebut.

Namun apapun itu keberadaan Kramat Solear menurut Mohammad Ekoriadi aktifis Kabupaten Tangerang menjadi potensi obyek wisata yang harus dikelola dan dikembangkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga bisa mendatangkan sumber pendapatan terutama akan mengangkat perekonomian bagi warga sekitar khususnya.

“Obyek wisata Kramat Solear sangat berpotensi untuk bisa dikembangkan bahkan bisa mendatangkan wisatawan domestik dan luar negeri asal Pemkab Tangerang atau Pemprov Banten serius menata dengan profesional, contohnya destinasi yang sama bisa dilihat di Provinsi Bali yang juga memiliki potensi sekawanan monyet-monyet,” ucap Mohammad Ekoriadi serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *