ZR. Surabaya-‘Petugas BPBD Kota Surabaya waktu mengevakuasi jenazah MT yang terlindas kereta api di frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya pada Selasa (18/6/2024).
Sebelum korban mengakhiri hidup (17/6/24) sempat minta supaya Tim Suara Surabaya membuat konten edukasi tentang menghindari penipuan online karena korban mengaku baru saja ditipu.
“Tim, tolong bikin konten tentang penipuan online. Sebagai reminder karena saya kemarin habis kena. Tolong dibantu agar tidak terjadi korban-korban selanjutnya,” pesan korban saat itu.
Wanita 44 tahun itu mengaku menjadi korban penipuan afiliasi platform media sosial yang mulanya diminta mem-follow dan like akun dan mendapat imbalan Rp10.000 per akun dengan maksimal 15 akun.
Kemudian MT juga menyebut mendapatkan tugas agar pura-pura melakukan transaksi di marketplace dengan komisi 20 persen.
“Lalu di hari kedua 8 akun media sosial dan bertransaksi di marketplace dengan komisi yang selalu naik, tapi tidak langsung dibayarkan dan berlanjut dengan pembayaran pajak 30 persen dari seluruh nominal,” tandasnya.
Kemudian korban diminta untuk membuka akun VIP media sosial dan membayar pihak ketiga dengan alasan uang sudah ditransfer ke pihak ketiga. Namun korban menyebut uangnya tertahan karena pihak ketiga membekukan dana dengan modus yang berbeda ia MT perankan.
“Lalu bayar pihak ketiga dengan alasan uang sudah ditransfer ke rekening pihak ke tiga. Tetapi tertahan karena pihak ke tiga membekukan dana. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat kami ubah, hanya setelah menyelesaikan verifikasi dana, pihak ketiga dapat membayarkan dana tersebut,” tandasnya.
Dalam keterangan “Kompol M. Soleh Kapolsek Wonocolo menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan terkait motif bunuh diri yang dilakukan oleh MT.
Meskipun ada informasi dari Suara Surabaya, kami tetap mendalami dugaan apakah MT menjadi korban penipuan online itu, polisi sedang memeriksa pihak keluarga.
“Belum bisa kami simpulkan motif bunuh dirinya. Hasil pemeriksaan sementara dari keluarga, korban punya riwayat diabetes. Kalau terkait penipuan online itu kami masih dalami lagi,” tandasnya.
Polisi akan mendalami kasus bunuh diri, apakah korban terlibat Pinjaman Online (Pinjol), atau masalah keluarga, nantinya informasi dari pihak keluarga memberi kesimpulan.
Sementara itu Kompol M. Soleh Kapolsek Wonocolo memastikan korban telah dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pihaknya sedang berupaya untuk menghubungi keluarga korban lainnya di Probolinggo.












