PARIGI MOUTONG – Sebuah insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris meluas di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, pada Jumat (6/3/2026) pagi. Api yang awalnya dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan pertanian, justru lepas kendali dan melahap area milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WITA. Seorang warga bernama Suaib (62) dilaporkan sedang membersihkan lahan untuk persiapan menanam jagung. Namun, metode pembakaran semak belukar yang digunakannya berubah menjadi petaka saat api menjalar dengan cepat akibat hembusan angin dan kondisi lahan yang kering.
Sadar api mulai tak terkendali, Suaib segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Meski sempat menimbulkan kepanikan, api berhasil disekat sehingga tidak merembet ke perkebunan warga di sekitar lokasi.
Penanganan Cepat Petugas
Dua unit armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Parigi Moutong tiba di lokasi hanya dalam waktu 15 menit setelah laporan diterima. Berkat respons cepat petugas:
-
Waktu Pemadaman: Kurang lebih dua jam.
-
Luas Terdampak: Sekitar 25 are (lahan BUMDes Baliara).
-
Kerusakan: Hanya semak belukar, tidak ada kerugian material bangunan atau korban jiwa.
Imbauan Tegas Pemerintah
Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong menekankan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat.
“Kami mengimbau keras agar warga tidak lagi menggunakan cara membakar saat membuka atau membersihkan lahan pertanian. Jika melihat titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan sebelum dampak meluas,” tegasnya dalam laporan resmi tersebut.
Pemerintah daerah berharap kewaspadaan masyarakat meningkat, mengingat kebakaran sekecil apa pun di musim kering dapat memicu bencana lokal yang merugikan.












