DaerahHeadlineNasional

Pihak Yayasan SMK Karya Bangsa Nusantara Diduga Tahan Ijasah Siswa, Salah Satu Staf Sekolah Bilang Masih Banyak Siswa Yang Belum Melunasi Tunggakan

363
×

Pihak Yayasan SMK Karya Bangsa Nusantara Diduga Tahan Ijasah Siswa, Salah Satu Staf Sekolah Bilang Masih Banyak Siswa Yang Belum Melunasi Tunggakan

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Sejumlah orang tua siswa mengeluh lantaran ijasah anaknya diduga ditahan oleh pihak sekolah akibat adanya tunggakan biaya yang belum mereka lunasi.

Hal tersebut diungkap oleh Dudung Samba anggota LSM BP2A2N yang di kuasakan oleh siswa yang mengaku ijasahnya belum diambil sejak kelulusan di bulan Februari tahun 2024 ini berinisial MA.

Dudung Samba akui ekonomi orang tua siswa tersebut tidak memungkinkan untuk melunasi tunggakan biaya SPP dan administrasi lainnya yang berjumlah Rp. 8.130.000,- (Delapan Juta Seratus Tiga Puluh Ribu).

“Saya sebagai penerima kuasa dari salah satu siswa SMK Karya Bangsa Nusantara untuk berusaha mengambil ijasah tersebut agar bisa di gunakan untuk melamar pekerjaan, dengan opsi tunggakan tersebut bisa dicicil apabila siswa ini sudah bekerja,” ungkap Dudung Samba dikediaman nya, Rabu (23/09/24).

Lanjut Dudung menjelaskan, Namun sangat disayangkan hasil dari musyawarah kepada pihak sekolah tidak menemukan jalan keluarnya, bahkan salah satu staff sekolah mengatakan masih banyak ijasah siswa yang belum melunasi tunggakannya.

“Opsi yang saya berikan dengan cara tunggakan tersebut dicicil, pihak sekolah menolak mentah mentah dengan alasan opsi itu dianggap tidak masuk akal,” jelasnya.

Masih kata Dudung Samba, seharusnya pihak sekolah dapat memberikan kebijakan agar siswa ini bisa mendapatkan ijasahnya setelah lulus sekolah, agar kelak masa depannya dapat meningkat bila sudah mendapatkan pekerjaan.

“Kedatangan saya ke sekolah kemarin untuk memediasi kan dan mencari solusi agar siswa ini bisa mendapatkan ijasah agar kelak dia bisa bekerja. Terkait, tunggakan itu kan bisa dicicil karena anak ini sudah tidak mempunyai ibu, bahkan ayahnya sudah tidak bekerja, saat ini siswa tersebut tinggal dirumah pamannya.” pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak LSM BP2A2N akan menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten, sedangkan pihak SMK Karya Bangsa Nusantara belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait tunggakan siswa yang belum dilunasi.

RENO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *