MOROWALI, SULTENG – Pengadaan Mess Pemda Morowali di kota Palu sudah sesuai prosedur dan juga sudah melalui komunikasi antar pimpinan Daerah yakni Pj Bupati Morowali yang saat itu dijabat oleh Rachmansyah Ismail, dalam hal ini ada Ketua TAPD tim anggaran pemerintah daerah kepada pimpinan DPRD Morowali.
Hal ini disampaikan oleh Kabag Umum Setkab Morowali, Arifin yang menanggapi soal pengadaan Mess Pemda Morowali yang ada di kota Palu yang dijadikan polemik oleh pihak tertentu dalam hal ini anggota DPRD Kabupaten Morowali Putra Bonewa yang menyatakan tidak ada di bahas di Banggar tetapi muncul dalam buku APBD Morowali.
” Saya mewakili Pemkab Morowali untuk Pengadaan Mess Pemda sudah ada komunikasi antar pimpinan sementara yang berbicara kan hanya anggota DPRD biasa , dia harus paham karena kebijakan lebih tinggi dari SOP asalkan demi untuk kepentingan publik dan masyarakat,” Kata Arifin kepada sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (25/09) kemarin.
Menurut Arifin pernyataan yang disampaikan oleh Putra Bonewa bahwa anggaran Mess Pemda Morowali senilai Rp.14 M adalah hoax, putra Bonewa asal Nyeletup dimana keluarkan pernyataan yang menyesatkan publik alias Asal Bunyi (Asbun) , yang benar adalah dengan harga Rp.9 M dan semua ada bukti transaksi serah terima dari pemiliknya kepada Pemkab Morowali.
Begitu juga dengan polemik terkait kepemilikan lahan dan rumah itu milik orang lain bukan milik mantan Pj Bupati Morowali.Pemilik pertama adalah Amdjad Lawasa mantan Sekprov kemudian berpindah kepada pemilik lain atas nama Yusnita yang berdomisili di Kabupaten Parigi, yang kemudian Pemerintah Daerah membeli dari atas nama Yusnita sebagai mana tertulis dalam sertifikat.
Dijelaskan Arifin pengadaan Mess Pemda sangat urgent, khususnya bagian umum dan Bappeda yang sering berurusan ke Palu, bahkan bisa sampai ber minggu-minggu tinggal di Palu. Sementara Mess Pemda yang lama sudah tidak representative karena berada dilorong dan jika dilakukan rehab lebih baik beli baru dan Mess Pemda yang lama akan dijadikan home stay.
“Mess Pemda yang baru itu luasnya 1.642 M itu termasuk rumah elit dan sekarang sudah ada 8 kamar mewah semi hotel serta 4 kamar yang lama dari rumah induk. Bahkan Pj Bupati Morowali dan beberapa Pejabat Morowali sudah tinggal disana jika berurusan di kota Palu,” ujar Arifin.
Ditambahkan Arifin untuk pengadaan Mess Pemda yang baru sudah sesuai prosedur karena sangatlah dibutuhkan bila berurusan di Palu tidak perlu lagi sewa hotel yang harus merogoh kocek lagi bagi para pegawai yang ada tugas kantor dan begitu juga untuk sertifikat atas nama Pemda Morowali.
“Jadi tidak ada yang melanggar aturan, semua jelas sudah sesuai prosedur dan barangnya juga ada ini sertifikat Mess Pemda Morowali atas nama Pemda Morowali. Kecuali tidak ada fisiknya silahkan dipermasalahkan,” pungkas Arifin sembari menunjukkan sertifikat Mess Pemda yang berada di Kota Palu tersebut.(TIM)












