MOROWALI, SULTENG – PT. Pamapersada Nusantara (PAMA) area operasional HMNT Morowali terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT. PAMA Distrik HMNT Morowali menggelar Pelatihan Basic Mentality Kewirausahaan kepada 10 pelaku UMKM Binaan terpilih yang berasal dari desa-desa di area operasional. Kegiatan ini berlangsung secara intensif dan interaktif berlokasi di Desa Padabaho baru-baru ini.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk membangun fondasi mentalitas wirausaha yang disiplin, berintegritas, serta berorientasi pada mutu dan keselamatan kerja.
Pemerintah Desa Padabaho menyambut hangat inisiatif berkelanjutan dari PT. PAMA HMNT Morowali ini.
Sekretaris Desa Padabaho, Ambo, menyampaikan apresiasinya atas perhatian perusahaan terhadap peningkatan kapasitas warga di sekitar wilayah operasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan PT. PAMA HMNT Morowali atas kepeduliannya terhadap warga Desa Padabaho dan desa-desa sekitar area operasional. Pelatihan ini sangat penting untuk membuka pola pikir para pelaku usaha kami agar lebih disiplin dan profesional dalam mengelola usahanya,” ujar Ambo.
Sementara itu, Perwakilan CSR PT Pamapersada Nusantara, Ernando, menjelaskan bahwa pembentukan etos kerja dan “basic mentality” merupakan kunci utama sebelum UMKM melangkah ke tahap sertifikasi teknis maupun perluasan pasar.
“Kualitas produk yang baik berawal dari mentalitas kerja yang kuat. Melalui pelatihan terfokus bagi 10 peserta dari desa area operasional ini, kami ingin membangun etos kerja standar industri pada UMKM Binaan agar ke depannya mampu menjadi mitra rantai pasok yang andal, konsisten, dan berdaya saing tinggi,” ungkap Ernando.
Para peserta dari berbagai sektor usaha lokal tampak antusias mengikuti setiap sesi materi.
Salah satu perwakilan UMKM Binaan, Meli, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat berguna bagi perkembangan usahanya.
“Jujur, pelatihan ini membuka mata kami. Selama ini kami hanya fokus berjualan tanpa memikirkan kedisiplinan dan standar mutu. Setelah ikut kegiatan ini, kami jadi lebih percaya diri dan paham bagaimana cara mengelola usaha secara profesional agar bisa masuk ke standar PAMA,” tutur perwakilan UMKM Binaan, Meli.
Melalui kegiatan tersebut,PT. PAMA HMNT Morowali berharap dapat mengeliminasi hambatan operasional dan meningkatkan penyerapan potensi lokal secara nyata. Program pendampingan ini akan dilanjutkan secara bertahap mencakup modul manajemen keuangan, standardisasi K3LH, hingga perluasan akses pemasaran.***












