Uncategorized

Sejumlah Kades Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Agar Anak Sekolah Dilakukan Secara Daring, Disdik : Mulai Besok Wilayah Kepulauan Sekolah Secara Daring

10
×

Sejumlah Kades Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Agar Anak Sekolah Dilakukan Secara Daring, Disdik : Mulai Besok Wilayah Kepulauan Sekolah Secara Daring

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, SULTENG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Sulawesi Tengah mulai dirasakan hingga wilayah kepulauan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sejumlah Kepala Desa (Kades) di wilayah Kepulauan mengeluhkan dampak kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga terutama anak-anak sekolah yang masih masuk seperti biasa dengan anjuran memakai masker.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri pada Selasa (13/10/2026), sebaran kabut asap terdeteksi di enam kabupaten, termasuk Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Tojo Una-Una.

Sementara BMKG telah menetapkan Kabupaten Morowali sebagai wilayah prioritas pemantauan karena prediksi konsentrasi partikel halus PM2,5 berpotensi melonjak hingga masuk kategori tidak sehat. Selain itu, konsentrasi gas pencemar seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida di Morowali terpantau lebih tinggi dibanding kabupaten lain.

Kepala Desa di Kepulauan, Kabupaten Morowali, mengatakan, kabut asap sudah menyelimuti wilayahnya selama tiga hari terakhir. Jarak pandang di laut menurun dan warga mulai mengalami gejala gangguan pernapasan.

“Kami di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat industri juga terdampak. Warga mengeluh mata perih, batuk, dan sesak napas, terutama anak-anak dan lanjut usia. Nelayan juga kesulitan melaut karena jarak pandang sangat terbatas,” ujarnya Rabu (14/10/2026).

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Morowali dan Dinas Kesehatan segera melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker gratis dan menyosialisasikan imbauan pembatasan aktivitas di luar ruangan.

“Kami meminta perhatian pemerintah. Wilayah kepulauan sering luput dari bantuan. Padahal, dampak asap ini sama beratnya dengan di daratan. Kami membutuhkan masker, terutama masker N95, dan pemeriksaan kesehatan gratis,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali agar anak sekolah dilakukan secara daring sebagaimana sekolah lainnya yang ada di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Morowali.

” Kami minta kepada Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali jangan pilih kasih dong, tolong segera buat surat edaran agar anak-anak belajar dirumah melalui daring seperti sekolah yang ada di wilayah daratan,” Pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Arifin Lakane saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sementara membuat surat edaran seperti yang diminta para kades di wilayah Kepulauan.

” Hari kami keluarkan surat edaran mulai besok untuk di wilayah Kepulauan dilakukan sekolah secara daring di rumah masing-masing seperti sekolah yang ada di tujuh kecamatan lainnya,” Ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan dehidrasi.

Masyarakat diimbau untuk:

1. Menggunakan masker standar medis atau masker respirator N95/KN95 saat beraktivitas di luar ruangan.

2. Mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.

3. Menjaga hidrasi tubuh dan mengonsumsi makanan bergizi.

4. Tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan yang dapat memperparah polusi udara.

Pihak BMKG juga mengingatkan bahwa pola angin timuran berpotensi memicu perpindahan serta akumulasi polutan antarwilayah. Data prediksi kualitas udara tersebut berlaku hingga 13 Oktober 2026 dan akan diperbarui secara berkala setiap tiga hari.

Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi lintas sektor serta menyiapkan komunikasi risiko untuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *