PeristiwaPilihan Editor

Kundapil Ke 6 Anggota DPR RI Zulfikar Hamonongan Fraksi Demokrat di Gyokai Jeunjing Awak Media diduga Tak Boleh Meliput

423
×

Kundapil Ke 6 Anggota DPR RI Zulfikar Hamonongan Fraksi Demokrat di Gyokai Jeunjing Awak Media diduga Tak Boleh Meliput

Sebarkan artikel ini

Tangerang – Polemik kegiatan Kundapil ke 6 Masa Sidang ke 1 Tahun 2025 – 2026 anggota DPR RI Dapil Banten 3 Zulfikar Hamonongan dari Fraksi Partai Demokrat di Giyokay Desa Jeunjing Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Banten , Setelah sebelumnya wartawan diduga dilarang masuk oleh petugas keamanan, , Selasa 28 / 10 / 2025 bertempat di Gyokai Perum Pesona Praja Desa Jeunjing Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Banten. Sejumlah sumber di lapangan menyebut, oknum berinisial G, diduga ikut berperan dalam melarang para wartawan masuk ke area acara Kundapil . Ia bahkan disebut-sebut mempertanyakan surat undangan resmi kepada awak media yang hendak meliput acara Kundapil anggota DPR RI Fraksi Demokrat Zulfikar Hamonongan ,

“Kami sudah memperkenalkan diri sebagai wartawan, tapi justru ditanya ‘mana surat undangannya’. Padahal ini kegiatan Kundapil yang dibiayai uang rakyat, bukan acara pribadi,” ujar salah satu jurnalis media lokal yang hadir di lokasi.

“Dia seperti orang yang menentukan siapa boleh masuk dan siapa tidak. Termasuk wartawan pun dihalangi,” kata sumber lain yang enggan disebut namanya.

“Wartawan tidak perlu surat undangan untuk meliput kegiatan publik. Kalau ada oknum yang bertindak menghalangi, itu pelanggaran hukum,”

“Jika benar ada pihak tidak berwenang mengatur kegiatan Kundapil dan membatasi akses media, maka DPR wajib turun tangan. Ini menyangkut akuntabilitas anggaran dan moralitas pejabat publik,” ujarnya.

Pihak tim Kundapil Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Zulpikar Hamonongan dan pihak Gyokai sendiri belum memberikan penjelasan rinci terkait dugaan keterlibatan oknum tersebut. Seorang staf singkat mengatakan bahwa kejadian di lapangan hanyalah kesalahpahaman teknis.

“Kami mohon maaf atas situasi di lokasi. Tidak ada niat menutup diri terhadap media,” katanya.

Meski demikian, publik menilai peristiwa di Giyokay ini menunjukkan bahwa transparansi kegiatan wakil rakyat masih jauh dari ideal, dan perlu pengawasan lebih ketat agar fungsi Kundapil ini benar-benar kembali ke tujuannya: menyerap aspirasi rakyat, bukan menutupinya serta juga diduga hanya untuk mencari keuntungan Pribadi semata .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *