DaerahHeadlineNasionalPendidikan

Ketua LSM Gerhana Indonesia Angkat Bicara Terkait Adanya Tour Di SMA 18 Kabupaten Tangerang Yang Diduga Siswa Di Wajibkan Membayar

1095
×

Ketua LSM Gerhana Indonesia Angkat Bicara Terkait Adanya Tour Di SMA 18 Kabupaten Tangerang Yang Diduga Siswa Di Wajibkan Membayar

Sebarkan artikel ini

ZR Kabupaten Tangerang,- Bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan saat study tour di Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu lalu kini kembali SMA 18 Kabupaten Tangerang akan mengelar Study Tour , Senin 13 April 2024.

Ketua Umum LSM Gerhana Indonesia Inuar Gumay.SH , angkat bicara meminta sekolah untuk menghapus semua kegiatan yang di luar sekolah apalagi yang memungut dana dari siswa.
Study tour atau wisuda misalnya, disebutnya tidak memiliki manfaat pada meningkatkan pendidikan dan pembelajaran.

“Intinya semua kegiatan sekolah harus berkontribusi dengan pembelajaran di sekolah.
Jangan membuat acara-acara yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan, dengan pembelajaran, justru memperberat orangtua dan kini terjadi lagi di SMA 18 Kabupaten Tangerang yang memgadakan Study Tour dengan biaya Rp.2.000.000 ( Dua Juta ) persiswa

Lanjut Inuar Gumay.SH, menuturkan, daripada menggelar kegiatan study tour atau wisuda dimana sering dikeluhkan memberatkan orang tua karena memungut biaya yang tidak sedikit, sekolah harusnya fokus untuk membina minat dan bakat anak semaksimal mungkin.

Mengembangkan karakter siswa dengan baik dan mempersiapkan para siswa agar jadi pribadi tangguh di tengah masyarakat.

“Jangan gelar acara foya-foya, tidak semua orang tua murid memiliki ekonomi yang bagus untuk membayar kegiatan itu. Apalagi saat siswa tidak ikut kegiatan ada diskriminasi yang dilakukan misalkan mengancam surat kelulusan tidak dikeluarkan atau bahkan menahan ijazah,” terang Inuar Gumay.SH.

Dengan demikian, ia mendorong agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengeluarkan kebijakan melarang sekolah menyelenggarakan kegiatan study tour.

“Itu kegiatan akal-akalan sekolah dan komite sekolah, yang kemudian dikait-kaitkmkan dengan kegiatan sekolah. Kenapa harus keluar sekolah, harus keluarkan dana, orang tua sampai berhutang. Jadi sebenarnya wisuda, study tour itu tidak ada hubungannya sama pendidikan, sama pembelajaran,” kata dia.

“Kemudian ada hal-hal yang tidak disangka kita ucapkan belasungkawa, tapi tolong dinas pendidikan melarang kegiatan yang tidak ada faedahnya itu,” tambah Inuar Gumay.SH.

Jika memang ternyata Study Tour di Sekolah SMA 18 Kabupaten Tangerang diwajibkan membayar maka hal tersebut dapat diduga hal tersebut merupakan tindakan Pungli Liar atau Pungli.

Sampai berita ini tayang pihak Sekolah belum terkonfirmasi.

 

RENO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *