DaerahHeadlineNasional

Peretas Pusat Data Nasional Meminta Tebusan US$ 8 Juta Atau Setara Rp 131 Miliar

717
×

Peretas Pusat Data Nasional Meminta Tebusan US$ 8 Juta Atau Setara Rp 131 Miliar

Sebarkan artikel ini

ZR. Jakarta—Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membenarkan bahwa Pusat Data Nasional down atau mengalami gangguan serangan ransomware oleh hacker. Peretas meminta tebusan US$8 juta atau Rp131 miliar.

“Mereka meminta tebusan US$8 juta,” kata Direktur Network & IT Solution Telkom Group Herlan Wijanarko dalam Konferensi Pers di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (24/06/24).

Kepala BSSN Hinsa Siburian menambahkan, Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) down atau mengalami gangguan, karena serangan siber sejak Kamis 20 Juni 2024 lalu. Akibatnya sejumlah layanan publik di Indonesia mengalami gangguan adanya serangan siber Ransomware bernama Braincipher.

Kondisi sementara kekurangan barang bukti, sehingga tim investigasi digital forensik. Bukti terenkripsi melalui jejak digital serangan itu mengenkripsi data. Herlan itu pekerjaan kami untuk memecahkan enkripsi data tersebut. Kami akan melaporkan kemajuan atas upaya yang dilakukan, tandasnya.

Kominfo akan berkoordinasi dengan berbagai organisasi baik dalam maupun luar negri. Pihaknya berharap ada kerja sama dalam menangani kasus serangan siber tersebut. Selain itu awal media juga menanyakan apakah kita akan tebus permintaan peretas, tidak. tandasnya.

“Nantinya proses pemulihan yang melibatkan BSSN, Kominfo, Telkom, dan Cyber Crime Polri terus dilakukan dengan melakukan investigasi secara menyeluruh dengan bukti-bukti forensik yang akurat, supaya kedepannya dapat meningkatkan siber scoritty.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *