DaerahHeadlineNasional

Wisata religi ziarah ke makam KRT. CANDANG LAWE Mayong Jepara Jawa Tengah.

513
×

Wisata religi ziarah ke makam KRT. CANDANG LAWE Mayong Jepara Jawa Tengah.

Sebarkan artikel ini

Pati – Rombongan ziarah ke Mayong Jepara dimakam nyai roro semangkin dan Kanjeng Raden Tumenggung Candang lawe atau yang dikenal dengan sebutan nama lain sebagai Raden Slendar, candang Lawe adalah salah satu empat Tumenggung pengawal senopati perang pilih tanding yang konon sakti mandraguna dalam ilmu kanuragan dan taktik perangnya, imam ziarah dipimpin oleh H. Abdul Muhid SPd.I, Minggu 22 , 09 , 2024

Sejarah singkat Beliau candang Lawe merupakan pengawal setia Nyai Roro ayu semangkin Putri Sunan Prawoto, cicit Sunan Kalijaga yang dipersunting Raja Kerajaan Mataram islam, ia bertugas menumpas gerombolan yang bikin huru hara di sekitar lereng gunung muria yang terindikasi hendak memberontak pada kerajaan Mataram Islam, Setelah sukses melaksanakan tugas menumpas pemberontakan di lereng muria beliau bermukim sementara di Kecamatan sukolilo Kabupaten Pati sehingga pasukan mataram ini meninggalkan jejak tradisi berupa MERON (Ramaine tiron-tiron) meniru ritual sekaten keraton untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Nama Ke empat Tumenggung sakti tersebut 1. KRT Cinde Amoh, 2. KRT Roro Meladi, 3. KRT Candang Lawe, atau Raden Slendar dan ke 4. KRT Samirono. Beliau juga meninggalkan sebuah petilasan tempat berkumpul dan bersemedi yang bernama Talang Tumenggung, hingga saat ini tempat tersebut sangat di sakralkan di masyarakat, Sehingga ada mitos masyarakat saking dikeramatkan tempat itu kalau ada orang bermasalah kemudian mencari petunjuk dengan mengadakan ritual di tempat itu maka akan mendapat kejelasan siapa yang bersalah, wallahu a’lam. Tumenggung tersebut ada yg dimakamkan di sekitar sukolilo adalah yang bernama Cinde Amoh di sukolilo Pati, Tumenggung Candang Lawe di Kayen Pati selain itu ke empat tumenggung tersebut makamnya juga ada di mayong jepara

Pasukan mataram menetap sementara dan berkeluarga di Sukolilo dan sekitarnya yang daerahnya kini menjadi Kecamatan Sukolilo – Kayen – Tambakromo Pati kidul untuk menghadang dan mengantisipasi serangan balasan dari gerombolan sakit hati ke mataram atau para shorengpati. Setelah situasi dapat dikendalikan dan dirasa sudah aman beliau mengawal nyai roro semangkin yang memutuskan untuk memilih dakwah agama islam dengan babad alas di mayong Kabupaten jepara sampai akhir hayatnya, beliau di makam kan di area pemakaman Nyai Roro Semangkin di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. (Sdq)Wisata religi ziarah ke makam KRT. CANDANG LAWE Mayong Jepara Jawa Tengah.

 

 

Pati – Rombongan ziarah ke Mayong Jepara dimakam nyai roro semangkin dan Kanjeng Raden Tumenggung Candang lawe atau yang dikenal dengan sebutan nama lain sebagai Raden Slendar, candang Lawe adalah salah satu empat Tumenggung pengawal senopati perang pilih tanding yang konon sakti mandraguna dalam ilmu kanuragan dan taktik perangnya, imam ziarah dipimpin oleh H. Abdul Muhid SPd.I, Minggu 22 , 09 , 2024

 

Sejarah singkat Beliau candang Lawe merupakan pengawal setia Nyai Roro ayu semangkin Putri Sunan Prawoto, cicit Sunan Kalijaga yang dipersunting Raja Kerajaan Mataram islam, ia bertugas menumpas gerombolan yang bikin huru hara di sekitar lereng gunung muria yang terindikasi hendak memberontak pada kerajaan Mataram Islam, Setelah sukses melaksanakan tugas menumpas pemberontakan di lereng muria beliau bermukim sementara di Kecamatan sukolilo Kabupaten Pati sehingga pasukan mataram ini meninggalkan jejak tradisi berupa MERON (Ramaine tiron-tiron) meniru ritual sekaten keraton untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Nama Ke empat Tumenggung sakti tersebut 1. KRT Cinde Amoh, 2. KRT Roro Meladi, 3. KRT Candang Lawe, atau Raden Slendar dan ke 4. KRT Samirono. Beliau juga meninggalkan sebuah petilasan tempat berkumpul dan bersemedi yang bernama Talang Tumenggung, hingga saat ini tempat tersebut sangat di sakralkan di masyarakat, Sehingga ada mitos masyarakat saking dikeramatkan tempat itu kalau ada orang bermasalah kemudian mencari petunjuk dengan mengadakan ritual di tempat itu maka akan mendapat kejelasan siapa yang bersalah, wallahu a’lam. Tumenggung tersebut ada yg dimakamkan di sekitar sukolilo adalah yang bernama Cinde Amoh di sukolilo Pati, Tumenggung Candang Lawe di Kayen Pati selain itu ke empat tumenggung tersebut makamnya juga ada di mayong jepara

 

Pasukan mataram menetap sementara dan berkeluarga di Sukolilo dan sekitarnya yang daerahnya kini menjadi Kecamatan Sukolilo – Kayen – Tambakromo Pati kidul untuk menghadang dan mengantisipasi serangan balasan dari gerombolan sakit hati ke mataram atau para shorengpati. Setelah situasi dapat dikendalikan dan dirasa sudah aman beliau mengawal nyai roro semangkin yang memutuskan untuk memilih dakwah agama islam dengan babad alas di mayong Kabupaten jepara sampai akhir hayatnya, beliau di makam kan di area pemakaman Nyai Roro Semangkin di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. (Sdq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *