ZR. NTT-Pemerintah menekankan bahaya beredar kasus-kasus judi online berujung pada kekerasan yang dilakukan para pelaku maupun pihak lainnya, bahkan hingga memakan korban jiwa. Jumat 14 juni 2024
Terbaru, seorang polwan di Mojokerto, Jawa Timur terpicu untuk melakukan aksi kriminalitas terhadap suaminya sendiri hingga meninggal dunia.
Briptu Fadhilatun Nikmah membakar suaminya sendiri yang juga seorang polisi, lantaran suaminya kedapatan menggunakan gaji ke-13 untuk judi online.
Seorang anggota TNI Angkatan Darat, Letda R yang diduga menyalahgunakan dana satuan Brigade Infanteri 3/TBS untuk judi online, telah ditahan. Berdasar informasi yang dihimpun, Letda R diduga menyalahgunakan dana satuan militer hingga Rp876 juta untuk judi online.
Setiap tindakan perjudian baik konvensional maupun online oleh prajurit TNI, adalah melanggar hukum dan kode etik militer. Akan diproses hukum sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku, selain itu dia juga harus mengganti dana satuan yang dipakai itu.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi memberikan pernyataan tegas terkait judi online. Menurutnya, imbas judi online banyak sekali, dan bisa berdampak kepada pasangan, keluarga, dan orang-orang terdekat.
“Ya ini secara khusus saya ingin sampaikan jangan judi! Jangan judi! Jangan berjudi, baik secara offline maupun online,” tandas Jokowi.
Jokowi mengimbau untuk seluruh masyarakat Indonesia agar menabung ketika ada rezeki, ketimbang menghabiskannya pada judi tidak menguntungkan keluarga.
“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekadar game atau iseng-iseng berhadiah, tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga, dan masa depan anak-anak kita,” tandasnya.
Upaya pemerintah hingga saat ini telah menutup sampai 2,1 juta situs judi online di Indonesia, termasuk akan membentuk Satgas Judi Online.
Namun Jokowi menjelaskan juga bahwa judi online itu bersifat lintas negara, sehingga tak hanya butuh intervensi dari pemerintah, tetapi juga pertahanan diri sendiri agar tidak tergiur ikutan hal tersebut.
“Oleh karenanya, saya mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat luas, untuk saling mengingatkan, saling mengawasi, dan juga melaporkan jika ada indikasi tindakan judi online,” tandas Jokowi.












