Headline

GAYA KHAS KOMENG BEDAH MBG: “Program Presiden Bagus, Yang Ngerjain Suka Bikin Pusing!”

3
×

GAYA KHAS KOMENG BEDAH MBG: “Program Presiden Bagus, Yang Ngerjain Suka Bikin Pusing!”

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Ada yang berbeda di balik kaku dan seriusnya Kompleks Parlemen Senayan usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026). Di tengah kerumunan wartawan, seorang senator berkalung senyum khas langsung menjadi magnet kamera. Siapa lagi kalau bukan Alfiansyah Bustami—yang satu Indonesia kenal sebagai Komeng.

​Menanggapi kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, Komeng melontarkan analisis tingkat tinggi yang dibungkus komedi tingkat dewa. Sebagai anggota Komite II DPD RI yang membidangi ketahanan pangan, ia sama sekali tidak menolak program tersebut.

​”Sebenarnya semua program Presiden bagus, cuman yang kerjanya aja pada nggak bener,” celetuk Komeng santai, yang langsung disambut gelak tawa awak media.

​Di Balik Tawa, Ada Kritik Menggigit

​Di balik kalimat ringan khas sang komedian senior, tersimpan kritik tajam yang menusuk tepat ke jantung persoalan. Apa yang diucapkan Komeng ternyata sejalan dengan realitas pahit di lapangan:

​Dapur Bermasalah: Badan Gizi Nasional mencatat ada sekitar 950 dapur SPPG yang kedodoran dari sisi higienitas dan berpotensi ditutup permanen.

​Lubang Keuangan: Kementerian Keuangan menemukan celah dalam pertanggungjawaban dana MBG di daerah.

​Kacau Data: Tumpukan data ganda penerima manfaat tercatat mencapai angka fantastis, sekitar 6 juta entri.

​Harapan ke “Pak Dar” dan Minta Juara 1

​Menaruh asa pada nahkoda baru Badan Gizi Nasional, Sudaryono, yang dilantik pada 22 Juli 2026 lalu, pemilik 5,3 juta suara terbanyak nasional di Pileg 2024 ini kembali melempar banyolan segar.

​”Mudah-mudahan yang sekarang Pak Dar ya? Mudah-mudahan bagus. Karena memang MBG bagus, Kopdes juga bagus, apalagi Komeng,” selorohnya sambil tersenyum lebar.

​Ketika ditanya soal harapannya kepada Presiden, jawaban Komeng kembali sukses mengocok perut. “Saya dengan presiden tidak minta harapan, tapi minta juara 1. Ya maksudnya yang dipikirkan rakyat.”

​Di balik celoteh khas ala komedian legendaris ini, pesan penting dari Senayan ke Istana sukses tersampaikan dengan telak: program sehebat apa pun hanya akan menjadi angan-angan jika mental eksekutor di lapangan tidak ikut dibenahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *