Headline

Tolak Kehadiran Tambang, Masyarakat Desa Laroue Bentuk Forum Masyarakat Bersatu Tolak Tambang PT DJM

1548
×

Tolak Kehadiran Tambang, Masyarakat Desa Laroue Bentuk Forum Masyarakat Bersatu Tolak Tambang PT DJM

Sebarkan artikel ini

MOROWALI,SULTENG-Jum’at 26 Januari 2024, sekira pukul 20.00 Wita hingga selesai Masyarakat Desa Laroue, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, membentuk forum tolak tambang batu gamping yang rencananya akan beroperasi di desa tersebut.

Pembentukan forum ini buntut dari tak sejalannya antara pemdes dan masyarakat desa Laroue terkait akan adanya perusahaan yang mengolah batu gamping di Desa tersebut.

Dalam pembentukan Forum Masyarakat Desa Laroue Tolak Tambang (FMDLTT) masyarakat sepakat menunjuk Darson sebagai koordinator Forum Masyarakat Desa Laroue Tolak Tambang.

Nantinya FMDLTT bersama karang taruna akan menyampaikan aspirasinya melakukan konsolidasi dan pemahaman terkait dampak yang akan ditimbulkan oleh perusahaan tersebut kepada masyarakat desa Laroue.

Ketua FMDLTT terpilih Darson mengatakan Pemerintah Desa yang diharapkan bisa mengakomodir aspirasi masyarakat tapi memilih jalan lain untuk mendatangkan perusahaan tanpa melibatkan Masyarakat dalam bentuk musyawarah atau melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan masyarakat.

Dijelaskan Darson dalam pertemuan tersebut disepakati pula bahwa sasaran penolakan yaitu tambang batu gamping dan rencana pembangunan dermaga/Jetty perusahaan yang berada di kawasan pemukiman warga desa Laroue dusun koburu. Masyarakat satu suara, tolak dan cabut izin perusahaan tambang batu gamping PT Denmark Jaya Mandi.

” Jadi kami menolak kehadiran perusahaan tersebut untuk selamatkan warga, selamatkan anak-anak kami, selamatkan mangrove dan selamatkan laut kami,” Kata Darson.

Ditambahkan Darson,dalam pertemuan itu dihadiri kepala bagian program WALHI Sulteng, ketua dan anggota BPD, ketua dan anggota karang taruna dan tokoh masyarakat serta tokoh agama desa Laroue.

Sementara itu WALHI Sulteng yang diwakili oleh Yusman selaku kepala Departemen Program mengatakan akan membantu dan mengawal Masyarakat desa Laroue untuk menyampaikan aspirasinya sampai tuntutannya terpenuhi.

“Kami dari Walhi Sulteng akan mendampingi masyarakat Desa Laroue menolak tambang batu gamping PT Denmark Jaya Mandiri,” Kata Yusman.

Ditempat terpisah Kepala Desa Laroue saat dikonfirmasi via no whatsapp 08223048XXXX Sabtu (27/01/2024) terkait adanya penolakan kehadiran perusahaan Tambang Batu Gamping PT Denmark Jaya Mandi di Desa tersebut memilih bungkam seribu bahasa.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *