PendidikanPilihan Editor

Seminar Lingkungan “Yang Muda Merawat Bumi”

936
×

Seminar Lingkungan “Yang Muda Merawat Bumi”

Sebarkan artikel ini

Ketang, 10/08/2023 – Alumni SMAK KETANG mengadakan seminar lingkungan yang dilaksanakan di aula Thomas Krump, dengan pemateri tunggal bapak Kanisius Nasak, SE selalu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai.

Dalam sambutan ketua pelaksana kegiatan, Gulif Ebat alumni SMAK KETANG angkatan kedua, mengatakan bahwa kegiatan ini dibuat karna melihat problem lingkungan. Oleh karena orang muda sebagai Agen of change, maka dari itu perlu tindakan nyata untuk merawat lingkungan,dengan mengangkat tema ‘Yang Muda Merawat Bumi’. Lanjutnya, Kegiatan ini juga dilatarbelakangi dari ensiklik paus Fransiskus tentang ekologi. Harapannya untuk siswa-siswi SMAK KETANG merawat rasa kebersamaan dengan kecintaan kepada lingkungan.

Romo Bryan selaku kepala sekolah SMAK KETANG sangat mengapresiasi kegiatan yg diselenggarakan oleh alumni ini. Harapan beliau dengan mengangkat tema ‘Yang Muda Merawat Bumi’ ini agar siswa-siswi SMAK KETANG peduli terhadap ekologi dan juga penerapan dalam lingkungan nyata. “SMAK juga sudah memiliki kelompok pecinta alam, diharapkan agar dengan kegiatan ini bisa membawa dampak positif serta perkembangan kelompok”, ujarnya.

Bapak Kanis dalam penjelasan materinya lebih kepada tentang Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kab. Manggarai. Diawali dengan lagu yang memiliki kaitan dengan lingkungan. Lagu ‘NGKIONG’.

 

“Kita perlu melihat kondisi lingkungan secara aktual”, ujarnya. Beliau juga menjelaskan tentang tiga krisis utama, yakni perubahan iklim, polusi dan kerusakan lingkungan, dan keanekaragaman hayati/Biodiversity. Isu lingkungan hidup yang marak terjadi seperti sampah dan krisis air bersih. Pak Kadis juga menjelaskan bahwa masalah lingkungan nasional yang paling besar adalah Banjir dengan persentase (40%). Bukan hanya itu, dia juga menjelaskan tentang Isu lingkungan di kabupaten Manggarai, seperti Alih fungsi lahan, Degradasi lingkungan, bencana alam, kurangnya lahan hijau, persampahan dan limbah, kerusakan hutan dan lahan, dan Sumber daya air.

Setelah pemaparan materi juga dilakukan diskusi. Diskusi berjalan dengan lancar, banyak pertanyaan yang diajukan, siswa-siswi SMAK KETANG sangat antusias dalam berdiskusi dengan Pak Kadis. Pertanyaan yang menjadi polemik bersama adalah Pertayaan yang diajukan oleh salah satu guru SMAK KETANG(Bapak Romanus Salut), tentang polemik GEOTERMAL di Poco Leok. Pak Kadis, mengatakan bahwa polemik ini akan berakhir ketika kedua tim yakni pro dan kontra memberikan data data yang pasti. Dari tim pemerintah seharusnya memberikan data yang pasti dan jelas bahwa Geotermal ini baik adanya dengan memberikan kajian kajian para ahli. Dan dari tim yang menolak seharusnya menolak dengan alasan apa, apabila hanya berdasarkan pada kecemasan saja juga tidak masuk akal. Masih banyak juga pertanyaan dari siswa-siswi SMAK KETANG tentang masalah yang terjadi di lingkungan sekarang. Akhir kata beliau menyampaikan bahwa setidaknya perlu ada tindakan aktual yang dilakukan dalam kegiatan ini.

Kegiatan seminar ini berjalan dengan sangat lancar, hal ini didukung dengan antusias dari romo, guru guru juga siswa-siswi SMAK KETANG. Lalu kegiatan diakhiri denga foto bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *