Uncategorized

PT IMIP Mencekam , Pos Security Dirusak dan Mobil Patroli Milik Perusahaan Dibakar Massa

1446
×

PT IMIP Mencekam , Pos Security Dirusak dan Mobil Patroli Milik Perusahaan Dibakar Massa

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, SULTENG-Aksi mogok kerja dan keributan massa terjadi di sejumlah titik di kawasan Industri Perusahaan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Ahad (02/03/2025).

Berawal dari aksi mogok kerja oleh karyawan perusahaan kontraktor lokal hingga berbuntut anarkis,Pos security dan satu unit mobil Fortuner menjadi amukan massa bahkan satu unit mobil patroli milik perusahaan dibakar massa yang emosi terkait kebijakan perusahaan PT IMIP yang melarang mobil dum truk maupun mobil pic up masuk ke kawasan industri.

Menegemen PT IMIP melarang mobil truk maupun mobil kecil masuk di kawasan untuk mengantar karyawan, PT IMIP mengharuskan perusahaan kontraktor lokal untuk menggunakan bus. Kebijakan ini lalu ditentang oleh karyawan dengan melakukan aksi mogok kerja dan terjadilah keributan yang berujung pada pengrusakan sejumlah fasilitas milik perusahaan.

Situasi semakin mencekam karena massa aksi semakin brutal mereka melakukan pengrusakan terhadap pos security dan satu unit mobil patroli OHS PT IMIP juga dibakar massa, selain itu terjadi saling pukul antar karyawan, bahkan dalam video yang beredar luas lainnya dimedia sosial sejumlah petugas menjadi amukan massa.

Sementara itu Head of Media Relations Department PT IMIP, Dedy Kurniawan saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan pihaknya sangat menyesalkan insiden tersebut. Tindakan anarkis karyawan kontraktor yang sudah teridentifikasi asal perusahaannya, ini jelas merugikan banyak pihak termasuk para kontraktor-kontraktor itu sendiri.

“Akibat aksi anarkis karyawan kontraktor ini, ada sejumlah petugas safety IMIP, security kawasan, polisi dan seorang karyawan PT DSI (Dexin Steel Indonesia) yang terluka akibat diserang dan dikeroyok karyawan kontraktor. Selain itu, sejumlah mobil patroli safety juga dibakar dan dirusak oleh mereka,” tutup Dedy.

 

Editor : Harits

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *