MOROWALI, SULTENG-Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si menyesalkan sikap dan tindakan arogansi yang ditujukan oleh salah satu Anggota Legislatif (Anleg) Morowali, Putra Bonewa, yang tidak bisa menjaga etika dalam forum sidang Paripurna Pelantikan Pimpinan DPRD dan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Morowali, yang bertempat di Ruang Sidang Kantor DPRD Morowali, Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali,Senin (30/09/2024).
“Ini adalah forum sidang Paripurna terhormat, judulnya adalah pelantikan pimpinan dan PAW anggota DPRD Morowali kita hargai forum ini, ini bukan forum debat. Saya sangat sesalkan tindakan tadi (Anleg Putra Bonewa) tidak jaga etika dalam forum persidangan yang sakral,” kata Pj Bupati Morowali Yusman Mahbub kepada sejumlah awak media usai pengambilan sumpah PAW Anggota DPRD Morowali tersebut.
Dikatakan Yusman saat ini baru pembentukan alat kelengkapan DPRD Morowali, sebagaimana yang telah disampaikan oleh pimpinan sidang, bahwa saat ini masih dalam sidang paripurna pelantikan pimpinan DPRD dan PAW anggota DPRD Morowali.
Dijelaskan Yusman jika ada kesalahan Pemda Morowali ada ruang tersendiri melalui Badan Anggaran (Banggar) disitu ada hak-hak DPRD, bahkan jika memang ada kesalahan besar Pemda, ada pihak penegak hukum Kejaksaan dan Kepolisian yang melakukan proses hukum tapi tidak pada posisi dan memojokkan seperti tadi di dalam rapat Paripurna yang konteksnya sangat berbeda.
“Jadi, silahkan sampaikan nanti pada saat sidang di banggar tidak pada posisi Paripurna, saya tidak terima sebagai Pemda Morowali. Sekali lagi etika dalam forum persidangan tidak dijaga yang bersangkutan (Anleg Putra Bonewa),” Jelas Orang nomor satu di Morowali ini.
Pada saat sidang paripurna pengambilan yang terhormat Putra Bonewa meminta kepada pimpinan sidang agar segera dibentuknya Pansus terkait pengadaan Mess Pemda Morowali di Palu dan pengadaan Mobil Dinas (Mobnas) merek Alphard yang saat ini berada di Jakarta, disebutnya tidak dibahas melalui Banggar.
“Pimpinan beri saya kesempatan bicara, saya punya hak imunitas (Hak Bicara), saya minta kepada rekan-rekan DPRD untuk segera dibentuk Pansus terkait hal ini,” teriak Putra Bonewa Kader Partai Perindo itu.
Hal itu sontak menuai reaksi dari para anggota DPRD Morowali lainnya yang tak sependapat apa yang di utarakan Anleg Putra Bonewa, keriuhan terjadi karena penyampaian tersebut dinilai tidak tepat momennya, bahkan Pimpinan sidang dalam hal ini Ketua DPRD Morowali beberapa kali menegur interupsi tersebut.
“Hak-nya bapak kita tidak halangi tapi forum ini kita sudah tutup. Adapun point yang disampaikan tadi, sudah pernah disampaikan pada saat paripurna sebelumnya, jadi biarkan ini berproses nanti dibahas pada tempatnya,” Kata Ketua DPRD Morowali Herdianto Marzuki sekaligus mengakhiri dan menutup perdebatan tersebut.
Adapun pimpinan DPRD Morowali yang dilantik yaitu Ketua DPRD Morowali Herdianto Marzuki SE, Wakil Ketua I DPRD Morowali Ihwan Moh Thoyib ST, Wakil Ketua II DPRD Morowali Sultanah Hadie ST. Dan Anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) yaitu Moh Reza, SH yang menggantikan Asgar Ali dan Gafar Hilal, S.P mengantikan Kuswandi yang saat maju sebagai salah satu calon Bupati Morowali.
Untuk prosesi pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Poso yang disaksikan para pejabat Morowali yakni Pj Bupati Morowali, Dandim 1311/Mrwi, Wakapolres Morowali, Perwakilan Kejari Morowali, Pj. Sekda Morowali, Anggota DPRD Morowali, pimpinan OPD, para Camat, sejumlah Kepala Desa, serta tamu undangan lainnya.(*)












