Uncategorized

Pererat Kebudayaan Dan Keislaman, PCNU Morowali Bersilaturahmi ke Dewan Pebotoa Adati To Bungku

5
×

Pererat Kebudayaan Dan Keislaman, PCNU Morowali Bersilaturahmi ke Dewan Pebotoa Adati To Bungku

Sebarkan artikel ini

MOROWALI,SULTENG – Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Morowali melaksanakan silaturahmi ke Dewan Pebotoa Adati To Bungku yang bertempat di Sekretariat Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, Kamis, (22/10/2026).

Silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Morowali, Kyai, Muh. Hasan Bisri Mustofa, bersama jajaran pengurus PCNU, GP Ansor dan Muslimat NU Morowali.

Kehadiran rombongan PCNU Morowali disambut hangat oleh Wakil Ketua dan para tetua Dewan Pebotoa Adati To Bungku pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Ketua PCNU Morowali,Kyai , Muh. Hasan Bisri Mustofa, mengatakan bahwa silaturahmi tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara ulama dan pemangku adat. Menurutnya, Islam dan adat di tanah Bungku tidak dapat dipisahkan.

“Kami dari PCNU Morowali datang untuk bersilaturahmi. Adat dan agama adalah dua hal yang saling menguatkan di Morowali. Nilai-nilai Adat To Bungku sangat selaras dengan prinsip Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang moderat dan menghormati budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nahdlatul Ulama memiliki komitmen kuat untuk menjaga tradisi luhur yang tidak bertentangan dengan syariat. Karena itu, sinergi dengan Dewan Adat To Bungku harus terus diperkuat.

“Kami berharap, PCNU dan Dewan Adat To Bungku dapat bersama-sama menjaga Morowali. Menjaga toleransi, menjaga persatuan, serta menjaga warisan leluhur Raja Bungku yang telah meletakkan dasar keislaman di daerah ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pebotoa Adati To Bungku bersama pengurus lainnya menyambut baik kedatangan PCNU Morowali. Pihaknya sangat mengapresiasi langkah PCNU Morowali yang senantiasa melibatkan adat dalam setiap kegiatan keagamaan.

“Kami sangat senang. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap adat kami. To Bungku dan NU adalah satu kesatuan dalam menjaga Morowali kedepannya,” ujar Wakil Ketua Pebotoa Adati To Bungku Hi. Mauludin.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas rencana kerja sama dalam pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat ke depannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *