Uncategorized

Morowali Darurat BBM, Warga Keluhan Harga Pertalite Tembus Rp.25 Ribu Per Liter

24
×

Morowali Darurat BBM, Warga Keluhan Harga Pertalite Tembus Rp.25 Ribu Per Liter

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, SULTENG – Masyarakat Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengeluhkan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dilaporkan menembus Rp25.000 per liter di tingkat pengecer.

Kenaikan harga yang signifikan tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup pada sektor transportasi, nelayan, dan petani. Harga Pertalite yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi pemerintah menjadi perhatian serius warga.

“Di pengecer sudah Rp25 ribu per liter. Ini sangat memberatkan. Kami yang setiap hari menggunakan motor untuk bekerja jadi terbebani biaya operasional,” ujar salah seorang warga Kecamatan Bungku Tengah, Rabu (21/10/2026).

Menurut warga, kelangkaan pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga di tingkat pengecer. Warga harus mengantre lama di SPBU, bahkan sering kali tidak mendapatkan BBM karena stok habis.

“Kalau di SPBU antreannya panjang dan sering habis. Terpaksa beli di pengecer dengan harga dua kali lipat. Pemerintah harus turun tangan,” keluh warga.

Warga berharap, pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum, dapat melakukan pengawasan dan penertiban terhadap distribusi BBM bersubsidi tersebut. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan BBM tersalurkan tepat sasaran dan tidak terjadi penimbunan atau penyelewengan.

“Kami meminta Pemkab Morowali dan pihak kepolisian untuk melakukan sidak di lapangan. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat,” kata tokoh masyarakat tersebut.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar kuota BBM bersubsidi untuk Kabupaten Morowali ditambah, mengingat Morowali merupakan daerah industri dengan mobilitas tinggi dan jumlah kendaraan yang terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kelangkaan dan melonjaknya harga Pertalite di tingkat pengecer tersebut. Warga berharap ada solusi konkret agar harga BBM dapat kembali normal dan sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *