Pati – Kirab irama adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan kirab irama merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemain-pemainnya, itulah yang dilakukan marching band Joyo Kusumo Kayen Pati. 17 September 2024.
Tradisi Meron berawal dari Desa Sukolilo yang merupakan Kademangan dibawah kekuasaan Kadipaten Pati Pesantenan. Usai perang, Kesultanan Mataram menumpas perlawanan Adipati Pati, sekitar tahun 1600 sisa-sisa prajurit Mataram yang bertugas di Kademangan Sukolilo tidak pulang ke Mataram namun mesanggrah (beristirahat) di Kademangan Sukolilo Pati.
Pada waktu itu para prajurit ingat setiap tanggal 12 Maulud di Mataram menyelenggarakan upacara Sekaten menyambut Maulid Nabi SAW. Para prajurit ijin untuk tidak pulang dengan alasan berjaga-jaga agar tidak terjadi pembangkangan, dan juga menyampaikan permohonan untuk menyelenggarakan upacara Sekatenan di Sukolilo Pati Jateng.
Dalam sejarahnya berkat ijin tersebut, Kademangan Sukolilo diperkenankan mengadakan upacara serupa Sekaten setiap tahunnya. Namun tidak lagi menggunakan nama Sekaten tetapi menjadi Meron. Tradisi ini setiap tahunnya dilestarikan oleh masyarakat desa Sukolilo hingga sekarang.
Mohammad hafidz SPd selaku pembimbing marching band Joyo Kusumo Dari siswa -siswi SMA dan MTs Joyo Kusumo Pasuruhan Kayen Pati Jateng berharap adanya ikut andil dalam kegiatan upacara Kirab budaya di kecamatan Sukolilo ini membawa dampak yang positif bagi semua kalangan khususnya siswa sekolah dan membawa berkah bagi semua kalangan pada umumnya. (Sdq)












