DaerahHeadlineNasionalPendidikan

Mahasiswa Unwira Kupang Sosialisasikan Komunikasi Persuasif kepada Orang Muda Katolik

659
×

Mahasiswa Unwira Kupang Sosialisasikan Komunikasi Persuasif kepada Orang Muda Katolik

Sebarkan artikel ini

Kupang- Sekelompok mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Ilmu Komunikasi, menyelenggarakan sosialisasi tentang Komunikasi Persuasif kepada Orang Muda Katolik ( OMK) Santa Theresia Avila ( SANTERA ) di Stasi Santo Antonius dari padua, Paroki Krsitus Raja Katedral, Kelapa Lima, Jl. B. Pandie Kupang pada Kamis, ( 26/10/2023 ).

Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Komunikasi Persuasif kepada Orang Muda Katolik (OMK) Santa Theresia Avila (SanTerA) di Stasi Santo Antonius Dari Padua, Kelapa Lima, Paroki Kristus Raja Katedral Kupang.

Materi yang disampaikan oleh mahasiswa Unwira Kupang meliputi Pengertian Komunikasi Persuasif, Faktor-Faktor Komunikasi Persuasif, Etika Komunikasi Persuasif, Bentuk-Bentuk Komunikasi Persuasif, Strategi Komunikasi Persuasif, serta Tujuan dan Manfaat Komunikasi Persuasif.

Gracela Wago, salah satu mahasiswa yang menjadi pembicara, memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya etika dalam Komunikasi Persuasif. Dalam presentasinya, Gracela menguraikan tujuh poin kunci yang harus diperhatikan dalam melakukan proses komunikasi persuasif yakni, Kepatuhan dengan nilai dan norma, yang mengharuskan komunikator mematuhi aturan moral dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Keterbukaan, agar pesan persuasif tetap transparan dan informatif. Menghormati keputusan individu, untuk menjaga hak setiap individu membuat keputusan sendiri. Kesesuaian pesan, dengan konteks dan kebenaran, sehingga menghindari manipulasi informasi. Empati, agar komunikator memahami audiens dan menciptakan ikatan yang kuat. Tidak manipulatif, untuk menghindari taktik manipulatif yang merugikan audiens. Keterbukaan terhadap krisis, yang menekankan pentingnya berkomunikasi jujur dan transparan dalam situasi sulit.

Poin-poin tersebut menjadi penting dalam komunikasi persuasif karena mereka menciptakan dasar etika yang diperlukan untuk menjaga integritas komunikator, membangun kepercayaan audiens, dan mencapai tujuan persuasif dengan cara yang jujur, bermartabat, dan efektif. Etika dalam komunikasi persuasif membantu menghindari manipulasi, memastikan keterbukaan, dan menghormati keputusan individu, sehingga memperkuat proses persuasi secara keseluruhan.

Acara sosialisasi tersebut diharapkan akan memberikan manfaat yang besar bagi OMK SanTerA dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang komunikasi persuasif dalam konteks sehari-hari.

Penulis:
Gracela Gulielma Wago
( Bagian Pendidikan Wilayah Kota Kupang NTT )
Laazar s Koly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *