Batam- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Batam, Martua Susanto Manurung, yang akrab disapa Ucok Manurung, berencana memimpin unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan PT PLN Batam yang dianggap tidak memperhatikan kepentingan rakyat kecil.
Pemuda yang vokal dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil di Kota Batam itu menyatakan bahwa kebijakan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) yang diberlakukan oleh PT PLN Batam sejak 1 Juli 2024 sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan kurangnya kepedulian PLN terhadap kondisi ekonomi rakyat yang semakin sulit.
“Rakyat Batam tidak seharusnya menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak. Kami menolak keras penyesuaian tarif yang hanya akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat,” tegas Ucok Manurung, Senin (12/8/2024).
Selain penolakan terhadap penyesuaian tarif, ia juga menuntut kejelasan peraturan terkait kompensasi bagi pelanggan apabila terjadi gangguan atau pemadaman listrik. Ia menekankan bahwa pelanggan berhak mendapatkan ganti rugi yang adil jika layanan yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
“Kami juga mendesak PLN untuk menghapus kebijakan pemutusan sementara aliran listrik bagi pelanggan yang terlambat membayar tagihan. Kebijakan ini hanya akan menambah beban masyarakat yang sudah kesulitan secara finansial,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ucok Manurung meminta kebebasan bagi masyarakat untuk melakukan pemasangan baru listrik dengan daya 6A atau 4A, serta kebebasan untuk menurunkan daya dari 10A ke 6A atau 4A tanpa dikenakan biaya yang memberatkan. Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat dapat menyesuaikan penggunaan listrik dengan kemampuan ekonomi mereka.
Unjuk rasa ini rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dengan harapan agar suara rakyat dapat didengar dan kebijakan yang lebih pro-rakyat dapat segera diterapkan oleh PLN Batam.
Ucok Manurung menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya untuk kepentingan kelompok, tetapi murni demi kesejahteraan masyarakat Batam yang selama ini merasa terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang tidak adil. (H.E)












