DaerahHeadlinePemerintah

Kericuhan Akibat Pesan WhatsApp, “Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cekcok Dengan Aktivis Lingkungan”

1200
×

Kericuhan Akibat Pesan WhatsApp, “Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cekcok Dengan Aktivis Lingkungan”

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya kota// Telah terjadi kericuhan terkait pesan singkat WhatsApp yang diduga dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya yang dikirim kepada Salah satu Aktivis Lingkungan, pasca kegiatan Aksi Bersih-bersih World Clean up Day (WCD) Tingkat Kota Tasikmalaya yang berlokasi di Situ Gede (25/09/2023).

Menurut Kang Aconk salah satu aktivis Lingkungan mengatakan bahwa, “Kepala Dinas Lingkungan Hidup dianggap arogan dalam pesan singkatnya di WhatsApp sehingga menyebabkan kericuhan, isi pesan WhatsApp tersebut tentang “mana aing Ciwulan teh diajak beberesih mh arareuweh hah”! (“Pada kemana saya orang Ciwulan ketika ada kegiatan pekerjaan Bersih-bersih pada tidak ada”!)

Sebenarnya tidak hadir itu dikarenakan tidak ada undangan dan juga ada kegiatan lain tentang Lingkungan, kemudian dalam pernyataan chat tersebut apakah menuduh kesatu orang atau kepada komunitas orang banyak,

Dan juga ada statement seolah-olah Dinas Lingkungan Hidup merasa jadi Pahlawan, padahal yang namanya pejabat itu sudah digaji dan sudah menjadi tugasnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Ungkapnya

Kemudian saat mengklarifikasi pesan singkat WhatsApp tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup melontarkan bahasa yang “Kasar” dan hal tersebut yang menyebabkan perseteruan Masyarakat terpancing sehingga terjadi kericuhan.

Aconk sebagai Aktivis Lingkungan, menuturkan bahasa tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang Pejabat karena kami sebagai Rakyat menginginkan para Pejabat yang bisa mendengarkan dan menjalankan Aspirasi Warganya.

Disaat tempat yang sama Mang Obech sebagai Aktivis Republik Air mengatakan, “kemarin sekitar 05:30 WIB kita dapat pesan WhatsApp yang perlu dipertanyakan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup,

Sekitar jam 08:00 saya pergi ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk mengklarifikasi pesan singkat lewat WhatsApp yang diduga milik Kepala Dinas, yang menurut kami kurang bagus dan bahasanya yang kasar sehingga membuat saya prihatin

Dan juga bahasa tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang Pejabat, akan tetapi orang yang bersangkutan tidak ada dikantornya dan ketemu dilokasi kegiatan WCD sehingga terjadi adu cekcok dengan Kepala Dinas tersebut,

Kemudian Obech menambahkan harapannya kepada pemerintah untuk mengevaluasi, memilih dan memilah siapa yang nantinya pantas untuk dijadikan Pejabat, jangan sampai Pejabat bertutur kata yang tidak sopan kepada Rakyatnya,

seperti hal kejadian ini seorang Kepala Dinas tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga terjadi kericuhan. Tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *