Ekonomi Dan BisnisHeadline

Hati-hati Mafia Beras Bulog “Bos Bulog Langsung Sidak Kelapangan”

1115
×

Hati-hati Mafia Beras Bulog “Bos Bulog Langsung Sidak Kelapangan”

Sebarkan artikel ini

Jakarta// Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas membeberkan modus baru mafia beras saat ini. Ia mengatakan, “kali ini mafia beras tidak melakukan oplos beras Bulog, tetapi mengganti kemasannya dengan karung beras dengan merek lokal berlogo premium,

Dengan cara Beras Bulog dimasukkan ke packing merek-merek mereka kemudian disuplai dan dijual dengan harga tinggi premium”. Ungkapnya saat di pasar Rawamangun Jakarta Timur (04/10/2023)

Dia menduga modus ini membuat harga beras tak kunjung turun. Buwas pun mengatakan saat ini mafia beras terus beroperasi, meski Satgas Pangan telah melakukan pengawasan.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu pun sudah memeriksa beberapa sampel beras di laboratorium. Serta menunggu pihak kepolisian untuk memeriksa karena para pelaku bisa dijerat hukum pidana penipuan dan penyalahgunaan beras milik negara. Dan juga indikasi penyimpangan itu pasti ada ketika ada peluang serta kesempatan”. Tuturnya

Adapun pada awal tahun ini, Buwas gencar mengungkapkan modus mafia beras. Kemudian ia sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang beras PT Food Station Tjipinang Jaya. Di dua lokasi gudang kemudian Buwas menemukan sejumlah barang yang diduga menjadi bukti keberadaan mafia beras.

Buwas pun menemukan tumpukan beras Bulog yang berdampingan dengan beras merek lain. Di antara tumpukan itu, terdapat sejumlah karung beras kosong dengan berbagai merek, seperti Induk Ayam dan Lumbung Rejeki.

Buwas juga mengendus akal-akalan mafia beras lainnya, yaitu mencampur beras Bulog dengan beras lain kemudian membanderolnya dengan harga di atas eceran tertinggi (HET). Tak hanya itu, Buwas juga curiga pedagang nakal tersebut melakukan pengemasan ulang dengan ukuran lebih kecil, yaitu 5 sampai 10 kilogram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *