Tangerang – Humas LSM pelopor indonesia Mendatangi Sebuah Agen Rokok di kampumg Suka Mulya Desa Caringin Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang ,Pada Minggu Malam 21 / 9 / 2025.
Dan ada pun tujuan Kedatangannya untuk meminta keterangan terkait marak nya Peredaran Rokok Ilegal yang bermerek BURLEY, DALIL, BONTE dan lainya Dan setelah memdapatkan Informasi dari karyawan agen dan menunjukan bukti,,Rokok
Kami bersama team Langsung menemuin menuju ke Rumah selaku penjual Rokok Ilegal yang berinisial Ustd.OB, Yang rumahnya tak jauh dari tempat Agen
Namun saat itu kami hanya bertemu dengan istrinya karena Ustd OB sedang berada di luar dan kamipun lantas menemui Ketua RT setempat yang tujuanya untuk memberi tahukan kepadanya kalau ada salah satu Warganya yang diduga sebagai penjual Rokok Ilegal
Dan kami bersama team mendapat keterangan dari tetangga kalau Ustd OB memang Pada saat acara tahlilan pernah menyajikan Rokok ,BURLEY.bahkan warga mengatakan kalau Rokok tersebut dari Ustd OB yang rasanya pahit beda dengan Rokok,, dari yang lain sehingga warga tak mau membeli kalau Rokok tersebut dari Ustd OB
Dan adapun keseharianya tidak dekat dengan Warga sekitar dan hanya melakukan kegiatan pengajian satu minggu sekali di mushola Sebagai seorang ustad kami setelah mendapatkan keterangan .dari warga kami langsung pamit
M.hari selaku humas pelopor indonesia dalam dalam waktu dekat akan melaporkan ke pihak bea cukai dengan keberadaan Maraknya peredaran Rokok Rokok Ilegal dan Kami bersama aktivis akan mendatangi juga Kades Caringin untuk meminta konvirmasi Bahwa ada penjual Rokok ilegal yang mana pada saat di pinta keterangan Malah mencela dan mengatakan kalau LSM itu kerjanya minta ,uang sama wartawan juga “‘ucapnya
hal ini menjadi sebuah respon karena menyangkut Marwah Lembaga dan Marwah Wartawan yang di anggap perkataan istri seorang penjual Roko ilegal di angqap sudah menghina LSM dan warwah” ujarnya
Pada saat datang kami hanya untuk memberikan sebuah Edukaasi terkait Rokok Ilegal dan kami tidak meminta uang ataupun meminta sesuatu Kami hanya memberikan edukasi sebagaai sosial kontrol kepada para penjual bahwa perlu direspon dan dipertimbangkan bukan kedatangan LSM dan wartawan di anggap sebaqai .penghambat lancarnya usaha penjualan Rokok Rokok Ilegal ” tutupnya












