MOROWALI, SULTENG – Pengurus Daerah Ikatan Da’i Indonesia (PD-IKADI) Kabupaten Morowali menggelar Pelatihan Khatib yang bertempat di Aula Hotel Safana Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali,Sabtu (24/10/2026).
Pelatihan dilaksanakan secara hibrida, yakni luring dan daring, yang diikuti oleh perwakilan Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah IKADI dari 38 provinsi se-Indonesia.
Dalam sambutannya Ketua Umum PP IKADI, K.H. Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan program unggulan nasional IKADI dalam rangka meningkatkan kualitas dakwah.
“Keberadaan IKADI saat ini telah sempurna di seluruh provinsi di Indonesia setelah dilantiknya tiga pengurus wilayah baru di Papua. Ini adalah anugerah dari Allah yang harus kita syukuri dengan kerja dakwah yang profesional dan berdampak,” Katanya.
Ia menjelaskan, masih banyak masjid di Indonesia yang belum memiliki khatib yang memenuhi standar. Masih ditemukan khotbah yang terlalu panjang, tidak memenuhi rukun, serta menggunakan bahasa yang sulit dipahami oleh jamaah.
K.H. Ahmad Kusyairi berpesan agar para khatib menyampaikan khotbah dengan durasi 15 sampai 20 menit, menggunakan bahasa Indonesia yang baku, serta mengajak jemaah kepada ketakwaan dan persatuan.
“Khatib adalah pemimpin umat. Sampaikan pesan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Hindari materi yang dapat memecah belah persatuan umat dan bangsa,” pesannya.
Sementara itu Asisten III Pemkab Morowali Afridin mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh IKADI Morowali.
“Saya mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali sangat mengapresiasi pelatihan khatib yang dilaksanakan oleh Pengurus IKADI Morowali karena ini adalah salah satu program untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,” Katanya.
Adapun tujuan pelatihan meliputi tiga hal. Pertama, meningkatkan kompetensi khatib dalam aspek fiqih khotbah, adab menjadi khatib, dan teknik penyusunan naskah khotbah yang singkat, padat, dan kontekstual. Kedua, mencetak pelatih di tingkat wilayah dan daerah. Ketiga, menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang rahmatan lil’alamin.
Pelatihan 10.000 khatib ini merupakan bagian dari visi IKADI sebagai organisasi Islam perekat umat dan bangsa melalui dakwah Islam rahmatan lil’alamin. Melalui program ini, IKADI berharap dapat memperkuat peran ulama dalam membangun peradaban dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Kegiatan ditutup dengan doa dan komitmen bersama untuk melaksanakan pelatihan serupa di tingkat wilayah dan seluruh daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah materi diantara untuk pemateri pertama oleh Ustadz Muh. Arlan membawakan materi cara mengatasi perbedaan pendapat ditengah umat , pemateri kedua oleh Hi. Mahadin dengan materi wawasan kebangsaan dan pemateri ketiga adalah kepala Kantor Pengadilan Agama Bungku Ustadz Mansur dengan materi tata cara Khutbah dan ceramah dan untuk pemateri keempat disampaikan oleh Ustadz Muhni dengan materi Retorika Khutbah.***












