HeadlinePeristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas Di Pinggir Sungai Cikunir Sukaratu

988
×

Seorang Pria Ditemukan Tewas Di Pinggir Sungai Cikunir Sukaratu

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, Telah ditemukan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki dan sempat gegerkan warga, seorang pria meninggal dunia di pinggir sungai Cikunir, Kampung Pasir Nangka, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (08/07/23)

Pada sekitar jam 07.00 WIB salah satu warga yang bernama Sandi melihat mayat dan diketahui mayat tersebut bernama Ujang Muhammad Ridwan ( 26 ) warga Desa Padakembang Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin melalui Kapolsek Sukaratu AKP Mahmud Darmana mengatakan, bahwa penemuan mayat tersebut berawal dari keluarga korban yang kehilangan, kemudian melakukan pencarian.

“Ya benar, tadi pagi sekitar jam 07.00 WIB kami menerima laporan adanya penemuan mayat di pinggir sungai Cikunir,” ungkapnya

Kemudian ia menjelaskan, pihaknya mendatangi lokasi kejadian untuk memastikannya, dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Tasik Kota, untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)

“Kami bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya melaksanakan olah TKP, kemudian evakuasi korban dibantu oleh warga sekitar sementara jenazahnya sekarang ada di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya,” jelasnya

Menurutnya, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan pada tubuh korban, ditemukan ada beberapa luka, namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab luka tersebut.

“Identitasnya sudah diketahui dan ada keluarganya, untuk luka lukanya menunggu hasil autopsi medis di rumah sakit,” sambungnya,

Ia menambahkan, dari keterangan saksi dan rekan korban, diketahui ada kejadian keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia di pinggir sungai.

“Kami juga menggali informasi dari para saksi, awal sebelum kejadian hingga korban ditemukan dalam keadaan meninggal,” tambahnya

Ia menuturkan, dari TKP awal diketahui korban sempat nongkrong dengan teman temannya sambil mengkonsumsi minuman keras ( miras) jenis pletok yaitu alkohol 70 % dicampur dengan air mineral dan minuman berenergi.

“Saat nongkrong, korban sempat ribut dengan temannya, kemudian selang beberapa waktu, korban ribut lagi yang ke 2 kalinya ditempat yang sama, sehingga ada saling adu pukul, kemudian pagi harinya korban ditemukan meninggal dunia dipinggir sungai,” tuturnya.

“Untuk sementara ini kami masih menggali keterangan-keterangan dari beberapa saksi dan melakukan penyelidikan, perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut,” pungkas AKP Mahmud Darmana, Kapolsek Sukaratu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *