JAKARTA – Suatu pencapaian membanggakan kembali dicatat oleh salah satu putri terbaik Morowali yakni Siti Lailatul Mukarromah, M.H, sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Ia berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Tengah yang lolos hingga tingkat nasional dalam ajang prestisius Penyuluh Agama Islam (PENAIS Award) 2025, bertema “Bergerak, Berinovasi, Berdampak”.
Acara PENAIS Award 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 23–26 Agustus 2025 dibuka secara resmi oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, dan ditutup secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar.
Acara ini juga dihadiri oleh para bupati dan walikota dari seluruh Indonesia yang memiliki perwakilan peserta di tingkat nasional, menegaskan betapa strategis dan bergengsinya ajang penghargaan ini.
Ajang ini dirancang sebagai wadah apresiasi bagi para penyuluh agama Islam terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. Dari ratusan peserta seleksi, 90 finalis dari 24 provinsi terpilih untuk bersaing di 9 kategori penghargaan yakni peningkatan literasi AL-Qur’an, pendampingan kelompok rentan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, pendampingan hukum, pelestarian lingkungan, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama, serta anti korupsi
Siti Lailatul Mukarromah berhasil menembus babak final dalam kategori Penguatan Moderasi Beragama bidang yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan di masyarakat Indonesia yang majemuk dan berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menduduki peringkat ke-III.
Dalam kiprahnya di masyarakat, Siti Lailatul Mukarromah aktif membangun program moderasi beragama, khususnya di Desa Laantula Jaya, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali yang dikenal sebagai desa multikultural dengan keberagaman agama dan etnis.
Melalui pendekatan edukatif dan dialog lintas iman, ia berupaya merawat toleransi, memperkuat harmoni, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Keikutsertaan saya dalam PENAIS Award 2025 bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga simbol ikhtiar bersama, untuk terus menghadirkan penyuluh yang bergerak, berinovasi, dan memberi dampak nyata di masyarakat,” ungkap Siti Lailatul Mukarromah Rabu (27/08/2025).
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Morowali dan Sulawesi Tengah, sekaligus menjadi teladan nasional bagi seluruh penyuluh agama untuk terus berkarya, kreatif, dan berdedikasi dalam memperkuat moderasi dan kerukunan umat beragama di Negara Indonesia yang tercinta.***












