Tegal–Tim monitoring dan evaluasi (monev) kabupaten Tegal yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) melakukan monev ke Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) yang berada di desa Balapulang wetan kecamatan Balapulang didampingi aparat kecamatan dan jajaran Puskesmas Balapulang pada hari Sabtu 7 September 2024.
Kegiatan tersebut dalam rangka untuk memantau kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data penimbangan berat badan dan pengukuran panjang badan balita di desa Balapulang wetan yang merupakan salah satu desa termiskin, terpadat dan terbanyak jumlah stuntingnya kata dr. Dyah Elly selaku kepala Puskesmas Balapulang.
Pemerintah kabupaten Tegal sangat serius dalam menangani stunting khususnya di desa Balapulang wetan ini dengan menggelontorkan program pembangunan jamban pada keluarga yang belum memilikinya. Hal ini salah satu penyebab banyaknya anak yang terkena stunting.
Untuk Puskesmas kegiatan tersebut juga dilakukan dalam rangka persiapan SSGI (study status gizi Indonesia) yang merupakan survey berskala nasional yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan status gizi balita (stunting, wasting, underweight) yang akan dilakukan pada akhir september sampai dengan awal oktober 2024. Dengan seringnya di lakukan monev kegiatan, juga bisa memantau kinerja kader kesehatan yang selama ini membantu melakukan kegiatan di posyandu, tambahnya.
Puskesmas Balapulang berharap kegiatan tersebut bisa rutin dilakukan agar kinerja posyandu semakin lebih baik menyongsong era ILP (integrasi layanan primer) yang rencananya akan dilakukan di tahun 2025, kata dr. Dyah Elly sambil menutup pembicaraannya.(Parto)












