HeadlinePendidikan

Mahasiswa Unis Dorong Pembentukan Bank Sampah di Desa Kampung Besar Kecamatan Teluknaga

167
×

Mahasiswa Unis Dorong Pembentukan Bank Sampah di Desa Kampung Besar Kecamatan Teluknaga

Sebarkan artikel ini

TANGERANG – Mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang menggelar Urun Rembuk Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Pada Selasa 19/ 8 2025

Kegiatan ini digelar mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) 2025, sebagai upaya penanggulangan masalah sampah yang dikeluhkan masyarakat. “Saat pertama kali datang ke desa ini, masalah yang terlihat secara kasat mata dan dikeluhkan warga adalah soal sampah.

Pertemuan ini untuk mencari solusi bersama mengenai masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Sekar Ayu Nur Azizah, ketua pelaksana kegiatan Urun rembuk menghadirkan Ketua LPPM Unis Tangerang, Dr. H. Hudaya Latuconsina, Drs. M.M, Ketua Bank Sampah Tanjung Burung Guntur Muhammad, dan Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang UPTD 9 Sindhy Yanuar L ST. M.IL. Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Camat Teluknaga Ferry Zulfian S.H., M.H, dan Kepala Desa Kampung Besar Ahmad Salim.

Dalam kesempatan tersebut, Hudaya memperkenalkan teknologi insinerator yang dikembangkan LPPM Unis Tangerang. Teknologi untuk pengelolaan sampah tersebut menurut Hudaya, sudah dicoba di Kecamatan Legok dan Sepatan. “Teknologi ini memungkinkan sampah dibakar tapi tanpa asap karena dikeluarkan bersama air, residu yang dihasilkan sangat kecil,” ungkap Hudaya.

Hudaya menjelaskan, sebuah insinerator dengan dimensi sekitar 2 X 1,5 Meter memerlukan biaya sekira Rp 40 Juta. Panas maksimal yang dihasilkan mencapai 600 derajat Celcius dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. “Yang kita butuhkan adalah lahan dan petugas pengelolanya. Untuk masalah iuran bulanan dan sebagainya silakan saja dimusyawarahkan bareng-bareng,” ujarnya.

Menurut Hudaya, Unis siap melakukan transfer teknologi dan pengetahuan untuk mengatasi persoalan ini. “Bupati Tangerang sudah minta ke Unis membuat ini di semua desa atau kecamatan. Mungkin dalam waktu dekat mungkin akan dibahas skemanya seperti apa, katanya.

Ketua Bank Sampah Tanjung Burung Guntur Muhammad menjelaskan, kunci utama dari pengelolaan bank sampah adalah fokus dan serius. Masalah yang diusung mahasiswa KKK Unis menurutnya sangat relevan dengan kondisi sebagian besar warga di wilayah pantai utara Kabupaten Tangerang. “Menurut pemahaman saya pribadi problem sampah ini sebab utamanya adalah kegagalan sistem pendidikan nasional, yang seharusnya melakukan pendidikan karakter dan membuat generasi penerus memiliki akhlak mulia, salah satunya terkait sampah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sindhy Yanuar yang mewakili DLH Kabupaten Tangerang mendukung upaya warga dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Nah intinya itu sebenarnya dari kemauan kita sendiri ya. Sampah kita adalah tanggung jawab kita. Nah, mungkin penghasil sampah dari manusia itu sendiri sehari itu bisa 0,7 kilogram,” ungkap Sindhy

menyatakan komitmennya dalam mengelola sampah dan meminta warga membentuk tim efektif pembentukan. Untuk pengangkutan sampah, kita bisa MOU karena terbatas dari armada yang ada. Yang penting, intinya dari kita, untuk kita dan untuk yang lainnya bermanfaat seperti itu,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *