MOROWALI,SULTENG-Menjawab keluhan masyarakat di Pulau terkait masalah listrik,Mantan PJ Bupati Morowali Abdul Rachmansyah Ismail yang kini mencalonkan diri sebagai Bupati bersama Wakilnya Harsono Lamusa, telah bekerja dengan baik selama kurang lebih 10 bulan menjabat sebagai PJ Bupati Morowali telah berhasil mendatangkan lima unit mesin listrik untuk masyarakat di wilayah ke kepulauan.
“Salah satu wujud nyata dari buah pikiran dan karya dari pak Abdul Rachmansyah Ismail adalah pengadaan mesin listrik di beberapa wilayah di Kabupaten Morowali guna menopang kelistrikan kita. Listrik ini penting, karenanya harus dipastikan dengan baik bahwa masyarakat mendapatkan manfaatnya dengan baik,” Kata Ketua Koalisi Morowali Maju tersebut.
Dijelaskan Amiruddin,terkait dengan mesin listrik tersebut, bahwa mesin-mesin yang diprogramkan oleh Rachmansyah Ismail semasa menjabat PJ Bupati Morowali, kini sudah dilakukan pengadaannya. Seperti yang hari ini telah tiba di Wilayah Kepulauan Bungku Selatan.
“Lima mesin semua sudah tiba di Kecamatan Bungku Selatan antara lain mesin berkapasitas 100kva ditempatkan di Desa Pulau Bapa, mesin berkapasitas 100kva ditempatkan di Desa Padabale, mesin berkapasitas 250kva ditempatkan di Pulau Umbele, mesin berkapasitas 100kva untuk Desa Boalimau dan mesin berkapasitas 100kva untuk Desa Padei Darat, ” Jelas Aminuddin.
Aminuddin menambahkan bahwa, mesin-mesin itu nantinya akan dikelola oleh PLN dan jangkauannya sesuai wilayah masing-masing. Misal yang di Pulau Umbele,menjangkau Desa-desa yang ada di sekitar Pulau Umbele.
” Mesin-mesin yang dihadirkan oleh mantan PJ Bupati Rahmansyah Ismail adalah merupakan kebutuhan masyarakat. Ini merupakan bukti nyata seorang figur Bapak Rachmansyah yang peduli akan kebutuhan masyarakat,”kata Aminuddin.
Menurut Amiruddin selain mesin listrik untuk Kepulauan, mesin untuk di wilayah Kecamatan Bumi Raya dan Witaponda kini sementara dalam tahap uji coba sebelum nantinya dioperasikan.Tentu saja,mesin-mesin ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kelistrikan di seluruh wilayah Morowali, mulai dari Witaponda sampai ke Bungku Pesisir dan wilayah Kepulauan Bungku Selatan.
“Menyinggung soal posisi beliau sebagai kandidat bupati, saya menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat Morowali. Bagi saya, kalau di tanya sebagai ketua tim pemenangan, bagi saya visi misi hanyalah sebatas retorika dan konsep serta gagasan. Namun terkadang konsep dan gagasan tersebut berakhir di atas meja, kita bisa melihat dan membandingkan gerak cepat mantan PJ bupati Rachmansyah 10 bulan menjabat dengan pemerintah sebelumnya seperti apa,” Ujar Aminuddin.
Amiruddin juga menyebutkan bahwa rakyat butuh asupan nutrisi, listrik merupakan salah satu nutrisi penting untuk kelangsungan masyarakat kita, sehingga saya sebagai ketua koalisi, menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat terkait nasib Morowali 5 tahun ke depan pada tanggal 27 November 2024.
“Mari kita gunakan hak berdaulat kita, saya mengutip bahasa bapak Anwar Hafid, bahwa Morowali ini diibaratkan wanita cantik dan seksi tumbuh dan berkembang dari generasi ke generasi, namun hari ini wanita cantik yang seksi itu sudah penuh kudis dan sayatan luka yang memar di sekujur tubuh, butuh orang tua yang akan kembali merawat sehingga si gadis cantik ini kembali pulih, maka defenisi orang tua yang saya maksud itu adalah pak Rachmansyah dan Harsono untuk memimpin Morowali 2024-2029, ” pungkas Amiruddin.(***)












