MOROWALI , SULTENG – Satu nyawa lagi kembali melayang dalam kecelakaan kerja di wilayah operasional pertambangan. Rizal Amir (33), pengemudi dump truck, meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya bertabrakan dengan dump truck lain di jalan houling PT Teknik Alum Service (TAS), Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali,Sulawesi Tengah, Kamis (10/09/2026).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita di jalur MHR Pit 1C. Saat itu, Samsul Arif (38) mengemudikan dump truck bermuatan ore dari arah menurun menuju Jetty PT TAS. Dari arah berlawanan, Rizal mengemudikan dump truck kosong dalam kondisi menanjak.
Keduanya bertemu di ruas jalan yang dilaporkan sempit dan menikung, sehingga terjadi tabrakan maut yang menyebabkan salah satu kendaraan terbalik. Rizal sempat dilarikan ke Puskesmas Lafeu.
Namun, setelah mendapat perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.58 Wita akibat luka serius. Jenazah almarhum Rizal kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans sekitar pukul 19.01 Wita menuju kediaman keluarganya di Desa Belopa, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Sementara, Samsul, sendiri mengalami luka pada kaki, sesak napas dan luka pada pelipis sebelah kanan.
Tragedi ini menyisakan pertanyaan yang tidak boleh diabaikan, mengapa kendaraan berat dapat berpapasan di ruas jalan tambang yang sempit dan menikung tanpa sistem pengamanan yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan fatal.
Apakah kondisi jalan telah memenuhi standar keselamatan, apakah terdapat rambu dan pengaturan lalu lintas yang memadai dan bagaimana pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di titik rawan tersebut.
Pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka. Jangan sampai kecelakaan yang merenggut nyawa pekerja tersebut hanya berakhir dengan kesimpulan sederhana berupa human error, tanpa mengusut apakah terdapat faktor lain seperti kondisi jalan, sistem pengawasan, pengaturan lalu lintas, kelayakan kendaraan, atau lemahnya penerapan SOP keselamatan.
Oleh karena itu, atas insiden yang merenggut nyawa di kawasan PT TAS ini, Polres Morowali diminta melakukan penyelidikan yang serius, menyeluruh dan transparansi untuk memastikan penyebab sebenarnya dari kecelakaan maut tersebut.
Pemeriksaan semestinya tidak hanya berhenti pada saksi dan pengemudi. Kondisi jalan, lebar dan kemiringan ruas, radius tikungan, jarak pandang, rambu keselamatan, kecepatan kendaraan, kelayakan dump truck, komunikasi radio, CCTV jika tersedia, hingga penerapan SOP perusahaan juga perlu diperiksa.
Jika penyelidikan menemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran yang berkontribusi terhadap kecelakaan, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.
Sebab, pekerja datang ke lokasi untuk mencari nafkah, bukan untuk mempertaruhkan nyawa akibat lemahnya sistem keselamatan.
Dikonfirmasi terkait insiden yang menewaskan seorang karyawan di kawasan PT TAS tersebut, Kapolsek Bungku Selatan, Iptu Muhammad Iqbal, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihak Kepolisian berkomitmen akan mengusut perkara tersebut sampai tuntas, termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran terhadap hilangnya nyawa pekerja.
“Iya benar, telah terjadi insiden tersebut,”jawabannya singkat.
Dengan ada kecelakaan maut tersebut menambah lagi kasus kecelakaan kerja di perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Morowali,Sulawesi Tengah.***












