Tegal,– Dalam rangka Program Eliminasi Tuberculose (TB) tahun 2030, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bekerjasama dengan USAID Bebas TB Jawa Tengah akan melaksanakan Pilot Project Desa Bebas TB.
Kepala Dinas Kesehatan Kab Tegal di wakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Moch. Nurhuda, S.Kep, Ns, M. Kes membuka acara Koordinasi Teknis Inisiasi Desa Bebas TB yang disponsori oleh USAID Jawa Tengah di Hotel Grand Dian Slawi, 12 Juli 2024.
Koordinasi teknis ini diikuti oleh dua kecamatan yaitu Balapulang dan Adiwerna dengan Kepala Puskesmas nya masing-masing, dipandu tenaga teknis dari Bappeda Litbang, Febrie Hastianto, SSos, MAP. Pemilihan desa Balapulang Wetan dan Pesarean menjadi lokus percontohan karena kedua desa tersebut memiliki jumlah penderita TB tertinggi, selain jumlah penduduk nya terbanyak juga merupakan sentra industri kecil dengan tingkat pencemaran udara yang cukup tinggi.
Pola yang diterapkan oleh USAID adalah pendampingan dengan melibatkan berbagai stakeholder di setiap jenjang pemerintahan. Dan peran pemerintah desa dalam mobilisasi warga penderita TB dan sirkelnya (circle) sangat dominan. mengingat program ini berjalan selama enam bulan. Pengobatan TB minimal dilakukan selama 6 bulan dan obat harus diminum setiap hari sehingga pengawasan pasien dalam minum obat harus benar benar ketat, menurut dokter puskesmas dalam diskusi kemarin.
Harapan dari program ini adalah tereliminasi nya penyakit TB yang ada di masyarakat khususnya kecamatan Balapulang dan Adiwerna, serta menggugah warga untuk sadar arti pentingnya kesehatan bagi produktivitas keluarga.(Parto)












