Hukum & KriminalPilihan Editor

Ahmad Suhud , Direktur Eksekutif LSM BP2A2N Sayangkan Penyelenggaraan MTQ Ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Diduga Ada Yang Memakai Jasa Kapilah Luar Daerah

473
×

Ahmad Suhud , Direktur Eksekutif LSM BP2A2N Sayangkan Penyelenggaraan MTQ Ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Diduga Ada Yang Memakai Jasa Kapilah Luar Daerah

Sebarkan artikel ini

Tangerang – Penyelenggaraan MTQ Ke-55 Tingkat Kabupaten Tangerang yang kini tengah berlangsung di wilayah Kecamatan Kronjo aKabupaten Tangerang-Banten yang diikuti oleh 1.358 peserta dari 29 aKecamatan yang akan tersebar di 14 arena lomba yang telah di persiapkan oleh panitia,sangat disayangkan sekali adanya dugaan di dominasi oleh Kapilah Kapilah dari Luar Kabupaten Tangerang demi untuk menjaga citra nama baik daerah masing masing ( Kecamatan ) Kamis 16 / 1 / 2025.

Beberapa Kafilah akan bertanding dengan membawa nama panji Kecamatan masing masing dan ingin menunjukan prestasi terbaik, namun ada dugaan kafilah atau peserta yang mengikuti lomba bukan berasal dari Kabupaten Tangerang, dan di duga ada beberapa Kecamatan memakai jasa Kafilah dari luar Provinsi Banten serta juga ada dari Luar Kabupaten Tangerang kemungkinan besar hal tersebut di lakukan oleh beberapa Kecamatan lainnya.

Hal tersebut dilakukan demi untuk mendapatkan prestasi yang lebih, padahal banyak Kafilah yang sangat berpotensi yang berada di wilayah kecamatan masing masing, dan ini mendapatkan komentar dari masyarakat.

Ahmad Suhud, selaku aktivis Kabupaten Tangerang saat di temuin di Sekertariat LSM BP2A2N Tigaraksa , mengatakan Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 tingkat Kabupaten Tangerang di Kecamatan Kronjo tahun 2025 ini yang di ikuti para kafilah, namun ada dugaan menggunakan kafilah dari luar daerah, bukan berasal dari putra dan putri daerah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat menyayangkan apabila wilayah kecamatan ada keterlibatan pihak luar sebagai kafilah, walaupun menghasilkan juara dari kafilah, namun ini kurang membanggakan karena bukan hasil pembinaan,”ucapnya.

Lebih Lanjut Suhud, menambahkan Inikan ajang wilayah kabupaten Tangerang, sungguh sangat disayangkan jika para kafilah yang mewakili kecamatan namun pihak kecamatan menerjunkan kafilah dari luar daerah.

“Jadi ajang MTQ ini bisa di kategorikan ajang adu gengsi bukan kompetisi, jadi sebagai ajang untuk mencari hasil juara, sehingga jauh dari kata nilai MTQ sebagai salah satu Ikhtiar mendorong generasi muda menjadi Qur’ani,”tegas Suhud.

Dan semua element tetap mendukung dengan memperbaiki pembinaan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), karena hasil baik atau tidak itu terletak di pembinaan itu sendiri. Terlebih, pihaknya juga tetap mengirim kafilah untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi, dan Nasional.” Tutup Ahmad Suhud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *