MOROWALI , SULTENG – Aksi penipuan dengan mencatut nama Kapolres Morowali menimpa seorang warga Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Akibat aksi tersebut, korban berinisial AR alias KA mengaku kehilangan uang sebesar Rp100 juta setelah mentransfer dana kepada seseorang yang mengaku sebagai Kapolres Morowali.
Peristiwa itu terjadi pada 7 Oktober 2026. Korban mengaku baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi sasaran penipuan sekitar setengah jam setelah melakukan transfer uang.
“Bang, saya kena hipnotis, uang Rp100 juta melayang. Mereka menelepon saya dengan membawa nama Pak Kapolres, suruh transfer Rp100 juta. Saya langsung transfer. Setengah jam kemudian saya baru sadar,” Kata AR kepada awak media.
AR menjelaskan, uang yang ditransfer merupakan dana milik kantor tempatnya bekerja. Karena itu, AR berharap kasus tersebut dapat segera terungkap agar persoalan kehilangan dana bisa dipertanggungjawabkan kepada pihak kantor.
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan kasus dugaan penipuan ke Polsek Witaponda dan membuat laporan polisi (LP).
Korban juga mengaku telah memperoleh rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diduga merekam aktivitas pelaku saat mengambil uang yang telah ditransfer. Dari rekaman tersebut, lokasi keberadaan pelaku disebut telah diketahui, berada di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Namun, identitas orang yang bersangkutan masih belum diketahui karena saat berada di kamera pengawas, pelaku mengenakan masker dan topi.
“Kalau dari CCTV, tempatnya sudah diketahui, tetapi orangnya belum. Karena dia memakai masker dan topi. Posisinya di Cianjur, Jawa Barat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Witaponda, Iptu Armawansyah, saat dikonfirmasi pada Kamis (05/11/2026), membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut.
Menurut Armawansyah, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan proses penyelidikan, termasuk menindaklanjuti rekaman CCTV yang telah diterima penyidik.
“Benar, kami sudah menerima laporan tersebut. Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Rekaman CCTV juga sudah kami terima dan sudah kami lihat. Kami akan melakukan penyelidikan dan memproses kasus ini,” Kata Armawansyah.
Armawansyah mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila menerima telepon atau pesan dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat kepolisian, termasuk mencatut nama Kapolres Morowali.
Armawansyah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menuruti permintaan transfer uang dari pihak yang tidak dikenal.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh modus penipuan yang memanfaatkan nama dan jabatan pejabat kepolisian. Jika menemukan kejadian serupa, masyarakat diminta segera melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian melalui saluran resmi dan melaporkannya apabila terdapat indikasi penipuan.
“Jangan mudah percaya kepada siapa pun yang menghubungi dan mengatasnamakan pejabat kepolisian, termasuk Kapolres. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui pihak kepolisian. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada sehingga tidak menjadi korban penipuan dengan modus serupa,” tutup Armawansyah.***












