TABIR ILIR — Bupati Merangin, M. Syukur, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Kabupaten Merangin, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Desa Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Jumat (16/10).
Kunjungan ini dilakukan secara khusus untuk meninjau langsung kondisi sembilan kepala keluarga yang menjadi korban musibah kebakaran rumah yang terjadi pada Selasa (13/10) lalu.
Kedatangan orang nomor satu di Merangin tersebut disambut hangat oleh Camat Tabir Ilir, unsur Forkopimcam (Kepolisian dan Dandim), para kepala desa (Kades), serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya di hadapan warga yang terdampak, M. Syukur menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta empati atas musibah yang menghanguskan sembilan rumah warga di wilayah tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin turut berduka dan berempati atas musibah kebakaran rumah yang terjadi di Tabir Ilir ini sebanyak sembilan rumah,” ungkap M. Syukur di hadapan warga.
Meski bantuan logistik dan kebutuhan pokok turut diserahkan langsung pada kesempatan tersebut untuk meringankan beban para korban, Bupati menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat secara langsung guna mendengarkan dan merasakan langsung apa yang dialami warganya.
Selain menyerahkan bantuan berupa kebutuhan dasar dan memastikan ketersediaan logistik pangan bagi korban, Bupati M. Syukur juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan serius kepada seluruh masyarakat Tabir Ilir.
Mengingat prediksi musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang hingga bulan Desember, ia meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Bupati secara tegas melarang warga melakukan pembakaran lahan, kebun, maupun hutan dengan alasan apapun. Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor gas serta memeriksa instalasi kelistrikan di rumah masing-masing guna mengantisipasi pemicu kebakaran susulan.
“Untuk saat ini tidak boleh membakar kebun, membakar hutan. Jika perlu sampah-sampah yang banyak menumpuk di rumah itu jangan dibakar dulu, karena dalam keadaan kering begini mudah sekali api tersulut,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut memboyong sejumlah kepala dinas terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan, hingga PMD.
Langkah ini diambil guna memastikan penanganan pasca-bencana, mulai dari kesehatan, jaminan pangan, hingga pemulihan fisik rumah warga, dapat segera dikoordinasikan secara lintas sektor dengan cepat.
Di akhir arahannya, Bupati mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Tabir Ilir dalam menghadapi berbagai musibah. Ia berharap bantuan yang diserahkan dapat menjadi penyambung harapan bagi para korban untuk bangkit kembali menata kehidupan yang lebih baik.
Berdasarkan Laporan Resmi Pemerintah Desa Tunggul Bulin (No: 474.1/167/DS-TB/2026)
Total kerugian material dari 9 (sembilan) unit rumah yang terbakar diperkirakan mencapai Rp2.000.000.000 (Dua Miliar Rupiah). Berikut adalah rincian identitas kepala rumah tangga beserta anggota keluarga yang terdampak:
RUMAH 1
Kepala Rumah Tangga: Amin,
Pekerjaan: Wiraswata
Anggota Keluarga: Amin, Rabimah, Jaihadi
RUMAH 2
Kepala Rumah Tangga: Aisah
Pekerjaan: Mengurus Rumah Tangga
Anggota Keluarga: Evan, Aisah, Saidati, Kiara Payola
RUMAH 3
Kepala Rumah Tangga: Fahru Rozi
Pekerjaan: Wiraswata
Anggota Keluarga: Fahru Rozi, Nisrina, Fayes
RUMAH 4
Kepala Rumah Tangga: Hasiah
Pekerjaan: Petani
Anggota Keluarga: Hasiah, Usman, Zel, Nazila
RUMAH 5
Kepala Rumah Tangga: Saripah
Pekerjaan: Petani
Anggota Keluarga: Saripah, Bahari, Anis, Putri, Royan
RUMAH 6
Kepala Rumah Tangga: Siandri
Anggota Keluarga: Siandri, Kartila, Rages, Sera, Indawati
RUMAH 7
Kepala Rumah Tangga: Alkomar
Pekerjaan: Petani
Anggota Keluarga: Alkomar, Suhad, Maimunah, Sal
RUMAH 8
Kepala Rumah Tangga: Syafriadi
Pekerjaan: Petani
Anggota Keluarga: Syafriadi, Darnawati, M. Rido
RUMAH 9
Kepala Rumah Tangga: Gum
Pekerjaan: Petani
Anggota Keluarga: Gum, Darmi, Dayat, Pirdaus, Rehan












