Uncategorized

No Viral No Justice!Wagub Kunjungi Pasien di RS Wahidin Pemprov Tanggung Biaya Pengobatan, Keluarga Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemprov Sulteng

66
×

No Viral No Justice!Wagub Kunjungi Pasien di RS Wahidin Pemprov Tanggung Biaya Pengobatan, Keluarga Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemprov Sulteng

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, SULSEL – Kabar baik datang bagi keluarga pelajar asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, yang menjalani pengobatan dan perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah kehilangan mata kanannya akibat terkena tembakan senapan angin.

Setelah sebelumnya keluarga kebingungan menghadapi biaya pengobatan yang disebut mencapai sekitar Rp42 juta, perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akhirnya datang langsung ke rumah sakit.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mengunjungi pasien bersama keluarganya di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Jum’at (14/8/2026).

Kunjungan tersebut membawa kelegaan bagi keluarga. Mereka menyampaikan bahwa berbagai persoalan dan kesulitan yang sebelumnya dihadapi mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Keluarga pasien juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido atas perhatian yang diberikan kepada pasien.

“Terima kasih karena semuanya sudah ditanggung, tadi disampaikan Ibu Wakil Gubernur Sulteng,” ujar Mastin Lamato, selaku pihak keluarga.

Sebelumnya, keluarga mengaku kebingungan setelah menerima informasi mengenai kewajiban pembayaran biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp42 juta. Kondisi tersebut semakin berat karena A, siswi kelas III SMK, harus kehilangan mata kanannya akibat insiden tembakan senapan angin.

Kehadiran Wakil Gubernur Sulteng di tengah kondisi tersebut menjadi angin segar bagi keluarga. Persoalan biaya yang sebelumnya dikhawatirkan menghambat proses kepulangan pasien ke Morowali Utara kini mendapat jalan keluar.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah membantu menyuarakan kondisi mereka sehingga mendapat perhatian pemerintah.

Menurut keluarga, Wakil Gubernur Reny Lamadjido turut menyampaikan apresiasi kepada media yang ikut memberitakan persoalan tersebut kepada publik.

“Terima kasih juga kepada semua media yang sudah membantu. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, membalas semua kebaikannya,” ungkap keluarga.

Bagi keluarga pasien, perhatian pemerintah bukan sekadar persoalan biaya pengobatan. Di tengah kenyataan pahit kehilangan mata kanan, kepedulian yang diberikan menjadi kekuatan bagi keluarga untuk menghadapi proses pemulihan dan melanjutkan perjalanan pulang ke Morowali Utara.

Bagi keluarga A, Hari Jum’at menjadi hari yang membawa kelegaan. Setelah melewati kecemasan dan kebingungan terkait biaya pengobatan, mereka kini dapat kembali menatap proses pemulihan dengan harapan.

Setelah sebelumnya kondisi yang dialami keluarga tersebut viral di sejumlah media sosial  mengenai kewajiban pembayaran biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp42 juta ” No Viral No Justice”.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *