Bandung Barat – Kamis 12 Juni 2026, Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Konsep ini menjadi fondasi bagi kokohnya nasionalisme dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Komandan Batalyon Kavaleri Berkuda 1/Sembrani (DANYONKAVKUD SEMBRANI) Letkol Kav Chandra Alit Saputra, S.Sos.
Wakil Komandan Batalyon Kavaleri Berkuda 1/Sembrani (WADANYONKAVKUD SEMBRANI)
Mayor I Gde Putu Danu Dewa Bratha, S.S.T,Han.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Bandung Barat (SPSI KBB). Kiki Permana Saputra sekaligus Ketua PC FSP RTMM-SPSI KBB & DANKORNAS SATGASSUS RTMM-SPSI
Dan Para Ketua PUK SPA RTMM-SPSI lainnya. 
Fungsi Utama : Sebagai pasukan kavaleri khusus yang memadukan mobilitas tempur dengan ketangkasan berkuda, serta menjalankan tugas-tugas kenegaraan lain diantaranya protokoler.
Julukan & Motto: Dikenal dengan julukan Bala Turangga Cakti (Pasukan Berkuda yang Sakti) dan memiliki moto “Sembrani Maju Terus Pantang Mundur”.
Disela-sela Diskusi para pimpinan serikat pekerja diajak keliling secara langsung melihat Kuda-kuda terbaik, dari perawatan, latihan dan dikasih kesempatan untuk merasakan langsung berkuda. 
Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional. Wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.
Wawasan kebangsaan di dunia ketenagakerjaan adalah cara pandang pekerja dan perusahaan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk mengutamakan persatuan, kesetiakawanan sosial, dan keadilan. Hal ini menjadi landasan moral untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berdaya saing, baik di dalam negeri maupun di kancah global.
Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, wawasan kebangsaan mencegah terjadinya diskriminasi di lingkungan kerja. Perusahaan dan pekerja didorong untuk saling menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) guna membangun lingkungan kerja yang inklusif dan suportif. Imbuhnya
Di Akhir silaturahmi dan diskusi Kiki juga menyampaikan terimakasih atas kesempatannya bisa bersilaturahmi dan diskusi yang sangat bermanfaat sehingga kami sebagai masyarakat pekerja juga merasa bangga akan kekuatan Negara Indonesia yang selama ini dijaga dan dilengkapi pertahanan yang mumpuni oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Apalagi pemaparan tentang wawasan kebangsaan kalau di terapkan dalam hubungan industrial di dunia ketenagakerjaan.
Nilai-nilai kebangsaan ini mendorong kesetiakawanan sosial antara pekerja dan pengusaha. Dalam praktiknya, ini diwujudkan melalui kemitraan yang saling menguntungkan (tripartit), di mana kesejahteraan pekerja diperhatikan dan produktivitas perusahaan terus meningkat untuk kemakmuran bangsa. Tentu ini akan lebih efektif untuk meningkatkan etos kerja. Kami berharap TNI Terus Bersama dengan Rakyat dan TNI Selalu Menjadi Sahabatnya Pekerja.












