MOROWALI,SULTENG – Puluhan masyarakat Desa Nambo, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memuncak kemarahan mereka dengan melakukan penyegelan kantor desa setempat Senin (21/07/2025).
Puluhan masyarakat menyegel kantor Desa Nambo dengan menggunakan balok kayu dan menempelkan tripleks bertuliskan ,“ Disegel Masyarakat”.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap dugaan adanya ketidaktransparanan Kepala Desa (Kades) dalam mengelola dan menggunakan anggaran dana CSR dari perusahaan yang beroperasi di desa tersebut.
Salah satu warga, Faisal Ibrahim mengatakan aksi penyegelan kantor desa tersebut dilakukan karena warga menuntut Kades Nambo terbuka dalam mengelola dan menggunakan dana CSR dari perusahaan.
“Kami menuntut pak Kades agar transparan kepada masyarakat dalam menggunakan dana CSR dari perusahaan,” katanya.
Faisal menjelaskan, aksi ini dipicu karena masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam pertemuan antara pemerintah desa dengan masyarakat.
“Kami masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah terkait penggunaan dana CSR dari perusahaan. Olehnya itu spontan, kami langsung melakukan aksi ini,” jelasnya.
Faisal berharap tuntutan mereka segera dipenuhi. Mereka meminta Kades memberikan penjelasan rincian tentang penggunaan dana CSR dari perusahaan tersebut, karena pemegang kedaulatan di Negara ini adalah rakyat.
“Segel Kantor desa ini tidak akan kami buka sebelum tuntutan kami dipenuhi. Kami juga meminta pemerintah kabupaten dalam hal ini pak Bupati turun tangan menyelesaikan persoalan ini,” tutupnya.
Awak media berusaha mencari keterangan pihak pemerintah Desa Nambo tapi tidak memperoleh keterangan apapun, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa kepala Desa sedang berada di luar.
Editor : Harits












