MAJALENGKA – Penjabat Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta BPBD untuk mewaspadai potensi bencana di TPS Pilkada Serentak 2024 yang masuk kategori rawan.
Terlebih, saat ini wilayah Kabupaten Majalengka telah memasuki musim hujan, sehingga perlu mewaspadai potensi banjir maupun longsor.
Selain itu, menurut dia, dari 2.111 TPS Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Majalengka, sebanyak 139 TPS di antaranya termasuk kategori rawan banjir dan longsor.
Ada 120 TPS rawan banjir, dan 19 TPS rawan longsor yang perlu diwaspadai bersama,” kata Dedi Supandi saat ditemui usai rapim di Gedung Yudha Karya Abdi Negara Pendopo Bupati Majalengka, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (26/11/2024).
Ia mengatakan, 120 TPS rawan banjir tersebut tersebar di wilayah utara, dan 19 TPS rawan longsor rata-rata berada di wilayah selatan Kabupaten Majalengka yang secara geografis daerah perbukitan
Karenanya, potensi bencana pada musim hujan seperti sekarang harus diwaspadai semua elemen, khususnya untuk memastikan kelancaran Pilkada Serentak 2024.
Pihaknya mewanti-wanti seluruh stakeholder termasuk BPBD Majalengka untuk mengantisipasi potensi bencana agar masyarakat bisa memberikan suaranya secara aman dan nyaman di TPS.
“Terutama di lokasi yang rawan bencana, karena jangan sampai masyarakat tidak bisa memberikan hak pilihnya gara-gara TPS-nya terdampak bencana,” kata Dedi Supandi.
Dedi menyampaikan, personel BPBD Kabupaten Majalengka juga harus disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana, khususnya di TPS rawan banjir maupun longsor
Bahkan, para personel itu pun bakal bekerja sama dengan petugas TNI – Polri yang dikerahkan untuk pengamanan TPS Pilkada Serentak 2024, khususnya apabila terjadi bencana.
“Pengamanan ini merupakan kegiatan kolaboratif antarinstansi, dan Pemkab Majalengka berkomitmen mendukung kelancaran pilkada termasuk dalam antisipasi kebencanaannya,” ujar Dedi Supandi.(hendar suhendar)
Tags:hendar
rawan bencana












