Tangerang – Kasus dugaan malpraktik terhadap pasien Bayi yang baru berumur 2-3 minggu, berakhir damai. Keluarga bayi korban dugaan malpraktik itu berdamai dengan diberikan bantuan penanganan intensif dan dibuatkan kartu BPJS, Jumat 29 / 9 / 2023.

“Karena asi ibu nya sedikit, maka sama ibunya dikasih susu formula, tapi gak tau saya Wallahu Alam isi susunya seperti apa, cerita ibunya begitu. Maka pasien masuk untuk dirawat di poliklinik karena kondisi seperti ini. Dari awal memang pasien tidak punya BPJS.” ujarnya.
Kemudian lanjut Wadir, saat pemasangan infus ditangan satunya (Kanan-red), keesokannya infusan tersebut macet karena bayi tidak bisa diam.
“Macet lah infusnya, jadi berhenti, maka itu dilepas infusnya, dipindahkan ke tangan ini (tangan kiri-red), disini pun beberapa kali di suntik tapi gak bisa, karena kondisi bayi sudah lemas, akhirnya dapatlah dipasang infusnya tepat jam 9 malam di malam Minggu. Karena sudah terpasang, maka itu dipakai kan plester,” jelas Wadirut RSUD Balaraja.
Masih kata Wadir, sekitar jam 8-9 pagi, perawat kontrol rutin. Namun, sewaktu dibuka plesteran nya, keadaan tangan bayi sudah mengalami pembengkakan.
“Akhirnya dilepaskan lah infus nya, namun sebelum nya kenapa bisa ada pembengkakan akibat jarum infusnya tidak ke tekuk melainkan keluar jalur infusan, makanya alarm mesin tidak otomatis bunyi, kalau ke tekuk pasti mesin kita berbunyi jadi bisa di stop,” katanya.
Efek dari keluar jalur cairan infusnya, maka tangan si bayi terlihat bengkak dan melepuh, Namun kami pastikan tidak ada nanah (puse) karena kulitnya tidak mengangkat melainkan menempel kembali.
“Inikan melepuh pada sisi tangan (kanan-red), dan sisi tangan (kiri-red) melepuhnya ke angkat plesteran,” tutur Wadir sambil menunjuk foto kondisi tangan si bayi.
Setelah diobati, sekian lama, dokter sudah berpikir saat kedatangan pasien kondisinya suda lemas dan muntah muntah, hal ini dikarenakan alergi susu atau alergi yang lain.
“Kenapa ada alergi, karena si bayi ini mungkin alergi turunan, entah dari orang bapaknya, ibunya, atau neneknya, yang disebut Eksim atopik biasanya terjadi pada anak usia dini dan lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat kondisi ini di keluarganya.” pungkasnya.












