Uncategorized

Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Desa Molino, Gubernur Minta Seluruh Aktivitas Perusahaan Diberhentikan

257
×

Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Desa Molino, Gubernur Minta Seluruh Aktivitas Perusahaan Diberhentikan

Sebarkan artikel ini

MORUT, SULTENG – Pasca banjir bandang semalam,Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama rombongan meninjau langsung lokasi banjir bandang yang menerjang Desa Malino, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Rabu (20/08/2025).

Dalam kunjungan ke lokasi banjir, Gubernur dengan tegas memerintahkan penghentian seluruh aktivitas pertambangan di wilayah tersebut hingga perusahaan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya.

“Semua aktivitas tambang saya minta dihentikan sampai perusahaan benar-benar bertanggung jawab atas bencana yang terjadi. Jangan sampai masyarakat yang menanggung kerugian,” tegas Anwar Hafid.

Anwar juga menekankan bahwa masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban akibat aktivitas tambang yang abai terhadap lingkungan sekitar.

Dijelaskan Anwar pemerintah provinsi akan turun langsung bersama BPBD dan aparat setempat untuk menangani kondisi darurat, sekaligus memastikan pihak  perusahaan tidak lepas tangan dari tanggung jawabannya.

“Kerugian masyarakat ini harus segera diselesaikan. Saya bicara langsung, bukan lagi masyarakat. Perusahaan harus hadir dan bertanggung jawab,” tegas mantan Bupati Morowali dua periode tersebut.

Anwar juga meminta seluruh kekuatan turun membantu warga terdampak, termasuk memastikan akses jalan kembali normal dan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.

Saat meninjau lokasi, Gubernur langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat setempat agar penanganan dilakukan secepatnya.

Berdasarkan laporan, peristiwa banjir bandang tersebut dipicu oleh jebolnya jalan hauling perusahaan PT Bumanik karena tidak mampu menahan derasnya aliran air hujan.

Luapan air bercampur lumpur itu kemudian menghantam pemukiman warga, merendam jalan utama desa, dan mengakibatkan kerusakan parah. Beberapa rumah warga, termasuk rumah Kepala Dusun I dan sejumlah kos-kosan, hanyut terbawa arus.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *