ZR Pati | Organisasi sejuta 100 juta umat sebut saja Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi besar dengan jumlah anggota lebih dari 100 juta. Kebesaran ini tidak boleh hanya tampak lima tahunan dalam momentum politik, tetapi harus terus terlihat secara penuh sepanjang waktu. Karenanya, kebesaran ini perlu dijaga dan dibangun dengan cara yang bermartabat.
“Besarkan NU dengan cara-cara bermartabat,” kata KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati di Madrasah Ihyaul Ulum Wedarijaksa, Jl Pati Tayu Km 9, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Ahad (23/6/2024).
Gus Rozin sapaan akrabnya, mengaku memang nafas NU memiliki genetik politik. Namun, secara struktural, hal itu tidak boleh dilakukan. Meskipun demikian, ia juga menyadari bahwa politik memang sulit dipisahkan. Karenanya, ia menegaskan perlu manajemen yang baik dalam mengelola itu.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian bersama adalah kekompakan kepengurusan dalam menjalankan roda organisasi di semua tingkatan, mulai Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Karenanya, sam’an wa tha’atan tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi mewujud nyata dalam program.
“Karenanya baris berbaris dan tegak lurus sangat mutlak dipertahankan oleh warga Nahdliyin,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah itu.
Memungkasi sambutannya, Gus Rozin berharap Konfercab dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi taktis dan strategis. Dengan begitu, khidmah NU yang bertujuan untuk kemaslahatan umat dapat terasa relevan, termasuk menghasilkan kepengurusan dengan baik.
“Rekomendasi tersebut harus betul-betul dibutuhkan oleh warga Nahdliyin guna menyusun terobosan yang terkonsolidasi dengan baik,” pungkasnya_aim












