DaerahHeadlinePemerintah

Kembali Untuk Kembalikan Marwah Sektor Pendidikan Bantaeng

480
×

Kembali Untuk Kembalikan Marwah Sektor Pendidikan Bantaeng

Sebarkan artikel ini

BANTAENG, ZONAREFORMASI.COM – Mengulas Sejarah tentang berdirinya salah satu Universitas Nahdlatul Ulama yang ada di Kota Kendari, Sulawesi tenggara.

Awalnya Tanah seluas kurang lebih Satu Hektare tersebut yang di wakafkan oleh Anre Gurutta KH. Hamzah Mappa, ketua NU Sulawesi Tenggara (bapak mertua) dari H. AKP Purn Syahiruddin Latif, SH,.MH. sekaligus bakal Calon Bupati Kabupaten Bantaeng 2024.

Tanah wakaf tersebut saat ini, diatasnya sudah terbangun sebuah bangunan pusat pendidikan yaitu Universitas Nahdlatul Ulama di Kota Kendari.

Universitas Nahdlatul Ulama ini di bangun tidak butuh waktu lama.jelas Rahmat Saleh selaku Tim pemenangan

Bahwasanya untuk membangun sebuah Universitas tidak mesti harus dengan modal yang besar, salah satu bukti nyata di Sulawesi tenggara dengan modal tanah yang kurang lebih hanya satu hektar pada waktu itu, dibawah kepemimpinan AG. KH. Hamzah Mappa dalam perjalanan hanya membutuhkan kurang lebih beberapa tahun, sehingga perguruan tinggi ini sudah bisa terealisasi.

Sampai hari ini Universitas Nahdlatul ulama yang di Bangun H. AKP Purn Syahiruddin Latif, SH,.MH. sudah menampung ribuan mahasiswa yang ada di Sulawesi tenggara dan yang lebih menariknya lagi, meskipun digagas oleh pribadi, yayasan tersebut sekarang sudah menjadi perhatian dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Pemerintah Kota Kendari khususnya.

Jika tak ada Aral melintang, H. AKP Purn Syahiruddin Latif, SH,.MH. diamanahkan nantinya menahkodai dan mendapat Ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk memimpin Bantaeng, maka yang menjadi salah satu tujuan utamanya adalah bagaimana mendirikan Universitas Butta Toa di Bantaeng, agar mengembalikan Marwah Bantaeng sebagai Kota Pendidikan di bagian Selatan Sulawesi Selatan.

“Flashback sejarah Kabupaten Bantaeng, ini adalah merupakan Kabupaten pendidikan di mana orang-orang Bone sekolah di Bantaeng orang-orang Bulukumba sekolah di Bantaeng, orang Takalar dan orang-orang Jeneponto banyak yang mengenyam pendidikan di Bantaeng, ini yang harus kita kembalikan tentang nama Bantaeng sebagai Kabupaten atau daerah menuntut Ilmu,”tutup Rahmat Saleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *