HeadlineInternasional

China Umumkan Rencana Gila Kuasai Dunia, Amerika Tak Berkutik

74
×

China Umumkan Rencana Gila Kuasai Dunia, Amerika Tak Berkutik

Sebarkan artikel ini

Beijing – Pemerintah China resmi meluncurkan cetak biru kebijakan lima tahunan yang menegaskan ambisi besar mereka untuk memimpin dunia dalam pengembangan teknologi masa depan. Dokumen setebal 141 halaman yang dirilis bertepatan dengan pembukaan sidang National People’s Congress itu menempatkan kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, hingga robot humanoid sebagai pilar utama transformasi ekonomi.

Dalam laporan kerja pemerintah terbaru, teknologi disebut sebagai “kekuatan produktif berkualitas baru.” Istilah AI sendiri muncul lebih dari 50 kali, menandakan fokus besar Beijing pada program bertajuk AI+ Action Plan. Rencana ini mencakup penggunaan robot untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja serta penerapan agen AI yang mampu menjalankan berbagai tugas dengan sedikit arahan manusia.

Kyle Chan, peneliti teknologi di Brookings Institution, menilai strategi tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas lintas sektor. “Tujuan Beijing adalah menggunakan AI dan robotika untuk meningkatkan kinerja di manufaktur, logistik, pendidikan, hingga layanan kesehatan,” ujarnya dikutip Reuters, Jumat (6/3/2026).

Langkah agresif ini muncul di tengah persaingan teknologi yang semakin tajam dengan Amerika Serikat. Washington membatasi ekspor chip canggih, sementara Beijing menahan pasokan logam tanah jarang dan mineral kritis. Meski masih bergantung pada sejumlah teknologi AS, China mengklaim mulai unggul dalam bidang AI, biomedis, robotika, dan komputasi kuantum. Perusahaan seperti DeepSeek disebut menunjukkan kemajuan pesat dalam pengembangan model AI.

Selain itu, pemerintah China berencana membangun pusat komputasi berskala besar dengan dukungan listrik murah serta mendorong ekosistem AI berbasis open-source. Menurut analis teknologi Gavekal Dragonomics, Tilly Zhang, strategi ini bisa menjadi senjata utama Beijing. “China tampaknya menjadikan AI open-source sebagai keunggulan kompetitif terhadap Amerika Serikat,” katanya.

Dengan kebijakan ini, Beijing menegaskan tekadnya untuk merebut posisi terdepan dalam perlombaan teknologi global, sekaligus menekan dominasi Amerika di sektor strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *