Pemerintah

Rekonstruksi Jalan (Paving) Ruas Jalan Dukuh-Kedungrejo Desa Ketandan, Lengkong (Ruas 793), Rapi, Sesuai Fungsi

484
×

Rekonstruksi Jalan (Paving) Ruas Jalan Dukuh-Kedungrejo Desa Ketandan, Lengkong (Ruas 793), Rapi, Sesuai Fungsi

Sebarkan artikel ini

Nganjuk – Apa Kelebihan jalan paving block, di antaranya memiliki daya serap air yang baik, cocok diterapkan di tempat yang memiliki curah hujan tinggi. Ramah lingkungan. Dapat dibongkar pasang dengan mudah tanpa merusaknya. Fleksibel, dapat dipasang dimana saja dengan mudah.

Penggunaan paving block sebagai lapisan atas struktur jalan memiliki keuntungan diantaranya karena sifatnya yang ramah lingkungan dengan tidak mengganggu siklus air yang terjadi di lingkungan dan membantu proses konservasi air tanah.

Ruas Jalan Ruas Jalan Dukuh-Kedungrejo Desa Ketandan, Lengkong (Ruas 793), rusak parah sejak akhir tahun 2022.

Kondisi jalan berlubang ditambah genangan air ini membahayakan pengendara.

Beberapa pengendara bahkan harus terjebak di tengah lubang hingga terjatuh

Atas kondisi itu, penanganan pun dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Nganjuk.

Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Nganjuk, Onny pada wartawan menyampaikan paving block digunakan sebagai penanganan alternatif.

“Ini dilakukan penanganan alternatif dengan menggunakan paving fc-30 oleh CV.Gotong Royong Desa Kutorejo, Bagor – Nganjuk,” ujar Onny pada wartawan, Jum’at (11/8/2023).

Meski begitu, ia memastikan ruas jalan ini menjadi prioritas pengerjaan yang akan dilakukan bertahap.

Salah satu keunggulan paving blok adalah dinilai dari segi ekonomis yang relatif cukup murah harganya serta masa umur beton yang cukup lama. Selain itu paving blok juga mudah dalam pemasangan dan mampu menahan beban dalam batasan tertentu dengan konstruksinya yang relatif cukup lama.

“Ruas ini merupakan salah satu ruas LHR tinggi yang menjadi prioritas dilakukan penanganan secara bertahap setiap tahun,” lanjutnya.

Dijelaskan, untuk ruas Jalan Dukuh-Kedungrejo Desa Ketandan, Lengkong telah dilakukan penyusunan kajian Detail Engineering Desain (DED).

DED disusun untuk rencana rekonstruksi tahun 2024.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemda dan tentu butuh dukungan masyarakat agar pemanfaatan bahu jalan yang tidak sesuai fungsi dan berpotensi mengganggu drainase diminimalkan,” tutupnya.(Isk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *