MOROWALI, SULTENG – Perusahaan PT. Pamapersada Nusantara Distrik HMNT bekerjasama dengan PT. Hengjaya Mineralindo memperkuat komitmen pelestarian lingkungan pesisir melalui program konservasi terumbu karang di Desa Bete-bete, tepatnya di kawasan objek wisata Ondaro, Kabupaten Morowali.
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Marda Morowali Marine Conservation Activity ini menargetkan penanaman sebanyak 300 fragmen terumbu karang. Proses konservasi tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan masyarakat, manajemen PT Hengjaya Mineralindo, pengelola objek wisata, serta jajaran manajemen PT Pamapersada Nusantara.
Perwakilan PT Pamapersada Nusantara Distrik HMNT, Raihan Ernando Putra selaku CSR Officer, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan ekosistem laut yang tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga kelestarian lingkungan jangka panjang.
“Kegiatan konservasi terumbu karang ini adalah bentuk komitmen nyata CSR PAMA terhadap lingkungan pesisir, khususnya di wilayah operasional kami. Melalui penanaman 300 fragmen ini, kami berharap ekosistem bawah laut di Desa Bete-Bete bisa semakin terjaga, yang pada akhirnya juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat dan potensi wisata bahari setempat,” Kata Raihan.
Senada dengan hal tersebut, pengelola objek wisata Ondaro, Muhdin atau yang akrab disapa Jay, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kolaboratif yang dimotori oleh PAMA bersama Marda Morowali Marine Conservation Activity dan PT Hengjaya Mineralindo. Menurutnya, pemulihan terumbu karang ini sangat krusial bagi daya tarik wisata bahari di Pantai Ondaro.
“Kami dari pihak pengelola objek wisata Ondaro sangat berterima kasih atas kepedulian dan aksi nyata dari CSR PAMA dan seluruh pihak yang terlibat. Dengan terjaganya terumbu karang ini, keindahan bawah laut kita akan semakin kaya, sehingga wisatawan yang datang snorkeling atau diving bisa menikmati pemandangan yang lebih indah. Ini tentu akan mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar pengelola wisata,” ungkap Jay.
Program konservasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial penanaman saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga dan merawat ekosistem laut demi generasi mendatang.***












