Uncategorized

PT. Vale Cetak Operator Alat Berat Lokal Siap Pakai, 35 Pemuda Sorowako Raih Sertifikat BNSP

9
×

PT. Vale Cetak Operator Alat Berat Lokal Siap Pakai, 35 Pemuda Sorowako Raih Sertifikat BNSP

Sebarkan artikel ini

LUTIM, SULSEL – Peluang kerja makin terbuka lebar buat anak daerah. PT Vale Indonesia Tbk baru aja buka kelas “gacor” buat 35 pemuda Luwu Timur lewat program Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat.

Pesertanya? Anak-anak asli dari 4 wilayah pemberdayaan Blok Sorowako: Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Tujuannya satu: bikin tenaga kerja lokal nggak cuma punya tenaga, tapi juga punya skill + sertifikat resmi yang diakui industri.

Acara digelar di Hotel Duta Inn, Sorowako. Abis itu, selama 1 bulan penuh mereka digembleng di Palopo Skill Centre. Materinya fokus ke 2 “kuda besi” tambang: Excavator dan Dump Truck.

Nggak cuma jago tuas doang. Peserta juga dibekali setandar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja sesuai standar industri. Soalnya operator handal = operator yang pulang ke rumah dengan selamat.

Ujungnya, setelah lulus uji kompetensi, mereka bakal dikantongi sertifikat dari BNSP – Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Artinya skill mereka udah “stempel negara”. Mau lamar ke Vale, ke kontraktor, atau perusahaan lain jadi lebih pede.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale, Yusri Yunus bilang program ini sengaja dibikin buat buka akses kerja yang selama ini mentok di “ijazah aja”.

“Kami mau ningkatin kompetensi anak daerah jadi investasi jangka panjang. Kalau skill mereka nyambung sama kebutuhan industri, mereka lebih siap dan gampang diserap kerja. Ini bentuk nyata kontribusi Vale buat ngembangin masyarakat di area pemberdayaan,” tegas Yusri, Rabu (25/06/2026)

Salah satu peserta excavator asal Wasuponda, Nur Fadilah, cerita kenapa dia ambil kelas ini. “Saya mau nambah skill di luar akademik. Apalagi Luwu Timur ini kan kawasan tambang. Kalau punya sertifikat operator, peluang kerjanya jelas lebih luas buat putri daerah kayak saya,” ujarnya.

Program ini bagian dari pilar pemberdayaan Vale di bidang pendidikan & SDM. Sekaligus nyambung ke target keberlanjutan: ciptain masyarakat mandiri yang adaptif sama dunia industri.

Kalau kolaborasi perusahaan + lembaga pelatihan + pemuda lokal jalan terus, harapannya gini: anak Luwu Timur nggak cuma jadi penonton industri, tapi jadi pemain utamanya. Ujung-ujungnya ngebantu naikin IPM Luwu Timur & Sulsel juga.

 

Penulis : Khairunnisa

Editor : Harits

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *